Sabtu, 08 Desember 2018

MAKALAH METODE PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA PADA ANAK

MAKALAH
METODE PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA PADA ANAK

DISUSUN OLEH


NAMA KELOMPOK
1.     


SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH NAHDLATUL ULAMA (STITNU) AL-MAHSUNI DANGER
2018 / 2019





KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan rahmat-Nya jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya. Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.


















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................
DAFTAR ISI ....................................................................................
BAB I PENDAHULUAN ................................................................
A.      Latar Belakang ............................................................................
B.       Rumusan Masalah .......................................................................
C.       Tujuan Masalah ...........................................................................
BAB II PEMBAHASAN .................................................................
A.    Kemampuan Pra-Bahasa............................................................
B.     Metode Pengembangan Bahasa Anak.......................................
1.      Metode Bercakap-Cakap.........................................................
2.      Metode Tanya Jawab..............................................................
3.      Metode Pemberian Tugas........................................................  
4.      Metode Praktek Langsung......................................................
BAB III PENUTUP .........................................................................
A.       Kesimpulan .................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................













BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Salah satu kemampuan dasar yaitu kemampuan bahasa. Kemampuan bahasa memegang peranan penting dalam perkembangan anak, namun perkembangan yang lain juga tidak kalah pentingnya. perkembangan bahasa anak usia 4 – 5 tahun sangatcepat. Kemampuan mereka menyerap dan mengingat pembicaraan orang disekitarnya sangat tinggi. Para peneliti di Amerika anak umur 4 – 5 tahun telah menguasai 2000 kata, dan penambahan kata mereka tiap bulannya 50 kata. Orang tua dan guru yang sering berkomunikasi membacakan cerita, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk berbicara tentang pengalaman, pemikiran dan perasaannya sangat besar manfaatnya dalam mempercepat penguasaan bahasa anak. Pentingnya pemberian kesempatan berbahasa yang disertai penghargaan atau penguatan kepada anak – anak usia 4 -5 tahun. Hal ini disebabkan anak mau belajar berbahasa kalau merasa senang. Ketika anak tumbuh dan berkembang, terjadi peningkatan baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, produk bahasanya secara bertahap kemampuan anak meningkat, bermula dari mengexpresikan suara saja, hingga mengexpresikannya dengan komunikasi. Komunikasi anak yang bermula dengan mennggunakan gerakan dan isyarat untuk menunjukkan keinginannya secara bertahap berkembang menjadi komunkasi melalui ujaran yang tepat dan jelas.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang maksud dengan kemampuan Pra-Bahasa !
2.      Metode apa saja yang digunakan untuk pengembangan bahasa anak ?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui kemampuan Pra-Bahasa
2.      Untuk mengetahui metode yang digunakan untuk pengembangan bahasa anak

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Kemampuan Pra-Bahasa
Sebelum kita mengem¬bang¬kan kemampuan bahasa anak, kita harus memantapkan terlebih dahulu dasar-dasar anak dalam hal kemampuan pra-bahasanya. Kemampuan pra-bahasa sebenarnya merupakan kemampuan yang juga mendasari anak dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya secara umum. Kemampuan ini meliputi empat kemampuan persepstual, yaitu:
1)      Kemampuan Persepsi Auditoris (Persepsi Penglihatan)
2)      Kemampuan Persepsi Visual (Persepsi Pendengaran)
3)      Kemampuan Persepsi Kinstetik (Persepsi Pengesanan Gerak)
4)      Kemampuan Persepsi Taktil (Persepsi Perabaan)
Dasar pemikiran konsep pra-bahasa ini adalah: Semakin mantap kemampuan pra-bahasa anak akan semakin mantap pula pengembangan kemampuan bahasa selanjutnya. Karena cakupannya luas, maka terdapat beragam latihan dan kegiatan untuk pengembangan kemampuan pra-bahasa ini. Dalam pelaksanaannya, sebagai guru TK, Anda bisa memasukkannya dalam kegiatan yang mengawali proses pembelajaran maupun kegiatan tambahan semacam remedial.
Jenis-jenis kegiatan dan latihan ini terdapat dalam lampiran yang terpisah dengan judul Prosedur Remedial (Sorfentein, 1993). Sistematika lampiran terdiri atas (1) konsep sederhana mengenai masing-masing persepsi dan (2) teknik dan langkah-langkah pengembangannya.
B.     Metode Pengembangan Bahasa Anak
1.      Metode Bercakap-Cakap
a.      Pengertian
Dra. Moeslikhaton R. MPd (1999:92) menuliskan bahwa bercakap-cakap dapat berarti komunikasi lisan antara anak dan guru atau antara anak dengan anak melalui kegiatan monolog dan dialog. Kegiatan monolog dilaksanakan di kelas dengan cara anak berdiri dan berbicara di depan kelas atau di tempat duduknya, mengungkapkan segala sesuatu yang diketahui, dimiliki dan dialami, atau menyatakan perasaan tentang sesuatu yang memberikan pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan, atau menyetakan keinginan untuk memiliki atau bertindak sesuatu.
 Menurut Hilderbrand, (1986:297) pada buku Metode pengajaran di TK karangan Dra. Moeslichatoen R, MPd (1999:26) bercakap-cakap berarti saling mengomunikasikan pikiran dan perasaan secara verbal atau mewujudkan kemampuan bahasa reseptip dan ekspresif. Lain pula menurut Gordin & Browne 1985:314 pada buku yang sama dikatakan bahwa bercakap-cakap dapat pula diartikan sebagai dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam suatu situasi.
Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa metode bercakap-cakap adalah suatu cara penyampaian bahan pengembangan bahasa yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak, yang dikomunikasikan secara lisan dan merupakan salah satu bentuk komunikasi antar pribadi, dimana satu dengan yang lainnya saling mewujudkan bahasa yang reseptif dan ekspresif dalam suatu dialog yang terjadi dalam suatu situasi
b.      Manfaat Metode Bercakap-Cakap
Dra Moeslichatun (199:95) menyatakan bahwa metode bercakap-cakap mempunyai manfaat:
1)      Meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kemampuan berbahasa secara ekspresif, menyatakan pendapat, menyatakan perasaan, menyatakan keinginan, dan kebutuhan secara lisan.
2)      Meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara lisan apa yang harus dilakukan oleh diri sendiri dan anak lain.
3)      Meningkatkan keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan anak lain atau dengan gurunya agar terjalin hubungan social yang menyenangkan.
4)      Dengan seringnya anak mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, perasaannya, dan keinginannya maka hal ini akan semakin meningkatkan kemampuan anak membangun jati dirinya.
5)      Dengan seringnya kegiatan bercakap-cakap diadakan, semakin banyak informasi baru yang diperoleh anak yang bersumber dari guru atau anak lain.
c.       Tujuan Metode Bercakap-Cakap
1)      Mengembangkan kecakapan dan keberanian anak dalam menyampaikan pendapatnya kepada siapapun.
2)      Memberi kesempatan kepada anak untuk berekpresi secara lisan
3)      Memperbaiki ucapan dan lafal anak
4)      Menambah perbendaharaan/kosa kata
5)      Melatih daya tangkap anak
6)      Melatih daya piker dan fantasi anak
7)      Menambah pengetahuan dan pengalaman anak didik
8)      Memberikan kesenangan kepada anak
9)      Merangsang anak untuk belajar membaca dan menulis.
d.      Kelebihan dan Kelemahan Metode Bercakap-Cakap
1)      Anak mendapat kesempatan untuk mengemukakan ide-ide dan pendapatnya
2)      Anak mendapat kesempatan untuk menyumbangkan gagasannya
3)      Hasil belajar dengan metode bercakap-cakap bersifat fungsional karena topic/tema yang menjadi bahan percakapan dalam keseharian dan di lingkungan anak.
4)      Mengembangkan cara berpikir kritis dan sikap hormat atau menghargai pendapat orang lain.
5)      Anak mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan belajarnya pada taraf yang lebih tinggi.
Sedangkan kelemahan metode bercakap-cakap yaitu:
1)      Membutuhkan waktu yang cukup lama
2)      Memerlukan ketajaman dalam menangkap inti pembicaraan
3)      Dalam prakteknya, percakapan akan selalu didominasi oleh beberapa orang saja.
4)      Implementasi metode bercakap-cakap pada pengembangan bahasa garis-garis besar program kegiatan belajar taman kanak-kanak 1994
e.       Bentuk-bentuk metode bercakap-cakap
1)      Bercakap-cakap bebas
Bercakap-cakap bebas adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru dengan seorang anak atau sekelompok anak taman kanak-kanak dalam membahas berbagai topic yang berkaitan dengan pembelajaran di taman kanak-kanak.
2)      Bercakap-cakap menurut pokok bahasan
      Bercakap-cakap menurut pokok bahasan adalah kegiatan percakapan antara guru dengan anak didik, dengan pokok bahasan yang telah ditetapkan . Pokok bahasan yang menjadi topik percakapan disesuaikan dengan tema pembelajaran yang dipilih baik untuk kelompok A maupun untuk kelompok B.
3)      Bercakap-cakap berdasakan gambar seri
Kegiatan bercakap- cakap berdasarkan gambar seri adalah suatu kegiatan percakapan yang dilakukan guru kepada anak TK dengan bantuan buku bergambar yang critanya berseri. Biasanya terdiri dari 4 seri.:
2.      Metode Tanya Jawab
a.      Pengertian Metode Tanya jawab
Menurut Dra. Roestiyah N.K, metode Tanya  Jawab  adalah  suatu  cara mengajar  di  mana  guru  dan  siswa  aktif  bersama,  guru  bertanya  siswa memberikan  jawaban,  siswa  mengemukakan  pendapat  ide  baru,  dan dengan ini guru bertujuan. Sedangkan menurut Drs. Soetomo, metode Tanya Jawab adalah  suatu  metode  di mana guru menggunakan/memberikan pertanyaan kepada siswa dan siswa menjawab,  atau  sebaliknya  siswa  bertanya  pada  guru  dan  guru  menjawab pertanyaan siswa.
Metode Tanya Jawab, menurut Syaiful B.  Djamarah  adalah  cara penyajian  pelajaran  dalam  bentuk  pertanyaan  yang  harus  dijawab, terutama oleh dari guru kepada siswa, tetapi dapat pula dari siswa kepada guru. Sedangkan menurut Armai Arief,  metode  Tanya  Jawab  adalah  suatu  teknik penyampaian  pelajaran  dengan cara  guru  mengajukan  pertanyaan.  Atau suatu metode di dalam pendidikan di mana guru bertanya sedangkan siswa menjawab tentang materi yang ingin diperoleh.
Berdasarkan beberapa pendapat di  atas,  dapat  disimpulkan bahwa metode Tanya Jawab  ialah  suatu  metode mengajar  yang dijadikan adanya komunikasi langsung  di  mana  guru mengajukan  pertanyaan-pertanyaan dan siswa menjawab tentang materi yang  diperolehnya atau sebaliknya siswa bertanya dan guru menjawab sehingga siswa termotivasi.
b.      Tujuan METODE TANYA JAWAB
1)      Melatih keberanian anak untuk mengajukan pendapat
2)      Melatih keberanian anak untuk bertanya terhadap apa yang tidak dipahaminya.
3)      Melatih anak dalam bertutur dengan intonasi yang baik.
4)      Mengembangkan kosakata dan perbendaharaan kata  anak.
5)      Melatih anak untuk menghargai pendapat orang lain
6)      Melatih anak untuk mau mendengarkan atau mendengar pertanyaan maupun jawaban orang lain.



c.       Bentuk-Bentuk Kegiatan Metode Tanya Jawab
1)      Tanya jawab secara spontan
 Kegiatan ini dilakukan oleh guru kepada anak didik, antar anak didik, atau antar sekelompok anak didik yang dapat dilakukan didalam kelas atau diluar kelas dengan tidak dibatasi topic/pokok bahasannya
2)      Tanya jawab berdasaran  pokok bahasan
Kegiatan ini biasanya diprogramkan guru dalam pengembangan pembelajarannya akan mengembangkan semua aspek pengembangan anak di TK. Pada kegiatan Tanya jawab inipun anak dapat mengekspresikan dirinya melalui mimic atau tanpa mimic.
d.      Pelaksanaan Kegiatan Tanya jawab
Ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian dalam pelaksanaan kegiatan Tanya jawab adalah sebagai berikut (Depdikbud: 1998: 27)
1)      Pertanyaan hendaknya ditujukan kepada semua anak, sehingga semua anak merasa dapat diberi kesempatan untuk menjwab pertanyaan.
2)      Pertanyaan hendaknya tidak keluar dari ruang lingkup  bahan pengembangan  yang telah diajarkan.
3)      Pertanyaan hendaknya mencakup dan mewakili tujuan yang hendak dicapai.
4)      Guru membimbing dan mengarahkan pengamatannya atau pemikiran anak terhadap bahan pengembangan yang telah dipelajari.
5)      Pertanyaan hendaknya di ajukan ketika suasana kelas dalam keadaan tenang dan anak-anak telah menunjukkan kesiapan mental
6)      Setiap jawaban anak hendaknya dihargai.
7)      Guru berusaha membangkitkan keberanian anak untuk bertanya.
8)      Guru memberikan contoh bagaimana mengajukan pertanyaan yang baik.
9)      Sebelum guru menjwab pertayaan anak, lebih baik jawaban itu ditawarkan kepada semua anak.
10)  Pertanyaan yang diberikan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat dan jelas.
e.       Perbedaan Metode Bercakap-Cakap Dengan Tanya Jawab
Pada metode bercakap-cakap interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik, atau antara anak  dengan anak bersifat menyenangkan berupa dialog yang tidak kaku. Topik percakapan dapat bebas ataupun ditentukan. Dalam percakapan tersebut, guru bertindak sebagai fasilitator, artinya guru lebih banyak memotivasi anak dengan harapan anak lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya atau mengekpresikan secara lisan.
Sedangkan pada metode Tanya jawab, interaksi antara guru dan anak didik, atau antara anak dengan anak bersifat kaku, karena sudah terikat pada pokok bahasan. Dialog terjadi karena ada yang harus ditanyakan dan ada yang menjawab dengan benar.
3.      Metode Pemberian Tugas
a.      Pengertian Metode Pemberian Tugas
Menurut Moeslichatoen (Wati,  2012), “Metode pemberian tugas  merupakan tugas atau pekerjaan yang  sengaja diberikan kepada anak TK yang  harus dilaksanakan dengan baik. Tugas itu  diberikan kepada anak TK untuk memberi  kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan tugas yang didasarkan pada  petunjuk langsung dari guru yang sudah dipersiapkan sehingga anak dapat  menjalani secara nyata dan melaksanakan  dari awal sampai tuntas. Tugas yang  diberikan kepada anak dapat diberikan  secara perorangan atau kelompok (Kurikulum Taman kanak-Kanak, 1986:10)”.
Sujiono  (2007:77) menyatakan bahwa metode  pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada anak  melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung dari guru, apa yang harus  dikerjakan, sehingga anak dapat  memahami tugasnya secara nyata agar  dapat dilaksanakan secara tuntas. Metode  pemberian tugas dapat diberikan secara  berkelompok atau perorangan. Sedangkan menurut Gunarti  (2008:73), metode pemberian tugas  merupakan tugas atau pekerjaan yang  sengaja diberikan kepada anak yang harus  dilaksanakan dengan baik.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa metode pemberian tugas merupakan salah satu metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran baik  dalam bentuk tugas-tugas di sekolah ataupun di rumah untuk melatih tanggung jawab anak dan melatih seberapa besar pemahaman anak terhadap materi yang diberikan.
b.      Manfaat Metode Pemberian Tugas
1)      Untuk memberikan pengalaman belajar yang dapat meningkatkan cara belajar yang lebih baik dan memantapkan penguasaan perolehan hasil belajar.
2)      Bila dirancang secara proportional dapat meningkatkan bagaimana cara belajar yang benar.
3)      Apabila diberikan secara teratur, berkala akan menanamkan sikap belajar yang positif yang pada gilirannya dapat memotivasi anak untuk belajar sendiri, berlatih sendiri, dan memelajari kembali sendiri.
4)      Apabila dirancang secara tepat dan seksama akan menghasilkan prestasi belajar secara optimal.
5)      Bila menggunakan bahan yang bervariasi sesuai denga kebutuhan dan minat, maka memberikan arti yang besar bagi anak TK dalam konteks dapat membangkitkan minat anak  terhadap tugas yang akan diberikan berikutnya.




c.       Tujuan Metode Pemberian Tugas
1)      Anak memperoleh pemantapan cara mempelajari materi pelajaran secara lebih efektif karna dalam kegiatan melaksanakan tugas itu anak memperoleh pengalaman belajar untuk memperbaiki cara belajar yang kurang tepat.
2)      Untuk meningkatkan keterampilan berfikir, yaitu keterampilan pada kemampuan yang paling sederhana  sampai ke yang kompleks yaitu dari kemampuan mengingat sampai kemampuan problem solve.
3)      Anak mampu meningkatkan kemampuan berfikirnya dalam kaitan pengembangan kreativitas, bahasa, berhitung, music, bermain, dan ilmu pengetahuan alam.
d.      Kelebihan Dan Kekurangan Metode Pemberian Tugas
1)      Pengajaran klasikal cenderung untuk menyesuaikan cara dan kecepatan mengajar terhadap ciri-ciri umum di kelas itu.
2)      Metode pemberian tugas digunakan untuk melatih aktivitas, kretivitas, tanggung jawab dan disiplin peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.
3)      Peserta didik mendapat kesempatan untuk melatih diri bekerja secara mandiri.
4)      Metode pemberian tugas dapat merangsang daya pikir peserta didik, karena mereka dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapinya.
5)      Pemberian tugas disamping dapat dilakukan secara individu bisa juga dilakukan secara kelompok, dalam hal ini peserta didik dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil.
Sedangkan kelemahannya adalah:
1)      Apabila diberikan tugas kelompok, seringkali yang mengerjakannya hanya peserta didik tertentu saja..
2)      Apabila tugas diberikan diluar kelas, sulit untuk mengontrol peserta didik bekerja secara mandiri dan menyuruh orang lain untuk menyelesaikannya.
3)      Metode pemberian tugas menuntut tanggung jawab guru yang besar untuk memeriksa dan memberikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang dikerjakan oleh peserta didik.
4)      Sering terjadi penyimpangan dalam penggunaan metode pemberian tugas dari pengajaran menjadi semacam hukuman.
5)      Apabila tugas sulit dikerjakan akan menyita waktu peserta didik untuk kegiatan lainnya.
e.       Langkah-Langkah Dalam Metode Pemberian Tugas
1)      Tugas harus direncanakan secara jelas dan sistematis, terutama tujuan penugasan dan cara pengerjaannya.
2)      Tugas yang dberikan harus dapat dipahami peserta didik, kapan mengerjakannya, bagaimana cara mengerjakannya.
3)      Apabila tugas tersebut berupa tugas kelompok, perlu diupayakan agar seluruh anggota kelompok dapat terlibat secara aktif dalam proses penyelesaian tugas tersebut, terutama kalau tugas tersebut diselesaikan di luar kelas.
4)      Perlu diupayakan guru mengontrol proses penyelesaian tugas yang dikerjakan oleh peserta didik.
5)      Berikanlah penilaian secara proporsional terhadap tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik.
4.      Metode Praktek Langsung
a.      Pengertian praktek langsung
Metode praktik langsung adalah metode yang dilakukan oleh guru dengan cara melakukan praktek secara langsung sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada anak-anak. Melalui kegiatan praktik langsung diharapkan anak mendapatkan pengalaman melalui interaksi langsung dengan objek. Contoh: Guru menuangkan pasir dalam ember kemudian anak mengikuti apa yang telah dilakukan guru.
Praktek langsung adalah proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dengan cara melakukan praktek secara langsung sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada anak-anak.
Praktik langsung, atau hands–on learning, adalah istilah yang umum dalam pembelajaran sains. Praktik langsung merupakan pengalaman pendidikan yang melibatkan anak secara aktif dalam manipulasi objek untuk menambah pengetahuan atau pengalaman (Haury & Rillero, 1994). Meinhard (Haury & Rillero, 1994) mengemukakan bahwa kegiatan praktik langsung adalah kegiatan menggunakan objek, berupa makhluk hidup maupun benda mati, yang tersedia secara langsung untuk penelitian.  Metode praktek merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan praktek agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
b.      Karakteristik Metode Praktek Langsung
1)      Materi pelajaran berupa: buku teks yang berisi daftar kosa kata dan penggunaannya dalam kalimat.
2)      Kaidah-kaidah bahasa diajarkan secara induktif, yaitu berangkat dari contoh-contoh kemudian diambil kesimpulan.
3)      Kata-kata kongkret diajarkan melalui demonstrasi, peragaan benda langsung dan gambar.
4)      Kemampuan komunikasi lisan dilatihkan secara cepat melalui Tanya jawab yang terencana dalam pola interaksi yang bervariasi.
5)      Kemampuan berbicara dan menyimak kedua-duanya dilatihkan.
6)      Guru dan siswa sama-sama aktif, tapi guru berperan memberikan stimulus berupa contoh ucapan, peragaan, dan pertanyaan, sedangkan siswa hanya merespon dalam bentuk menirukan, menjawab pertanyaan, memeragakan, dan sebagainya.
7)      Ketepatan pelafalan dan tata bahasa ditekankan.
c.       Kelebihan dan Kekurangan Metode Praktik Langsung
1)      Pembelajaran lebih bermakna sebab anak secara langsung dapat mempelajari dan memecahkan masalah secara langsung.
2)      Metode ini sangat sesuai dengan model pembelajaran konstruktivisme yang sedang dikembangkan dalam pembelajaran saat ini, yaitu merangsang anak untuk berfikir dalam memecahkan masalah.
3)      Siswa lebih mudah mengerti dan memahami.
4)      Siswa bisa langsung memperaktikkan setelah mendapatkan teori.
Sedangkan kekurangannya yaitu:
1)      Kadang membutuhkan biaya yang cukup besar, khususnya dalam praktek langsung terhadap alat-alat tertentu.
2)      Tanpa bimbingan secara baik, biasanya ada anak-anak yang mengalami kesulitan dan tidak mendapatkan bimbingan dengan benar dari gurunya.
3)      Ketidak sediaan alat peraga atau prasarana yang mendukung




















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kemampuan Pra-Bahasa
Kemampuan pra-bahasa sebenarnya merupakan kemampuan yang juga mendasari anak dalam mengembangkan kemampuan kognitifnya secara umum. Kemampuan ini meliputi empat kemampuan persepstual, yaitu:
1.      Kemampuan Persepsi Auditoris (Persepsi Penglihatan)
2.      Kemampuan Persepsi Visual (Persepsi Pendengaran)
3.      Kemampuan Persepsi Kinstetik (Persepsi Pengesanan Gerak)
4.      Kemampuan Persepsi Taktil (Persepsi Perabaan)
Metode yang digunakan dalam pengembangan bahasa anak
1.      Metode Bercakap-Cakap
2.      Metode Tanya Jawab
3.      Metode Pemberian Tugas
4.      Metode Praktek Langsung














DAFTAR PUSTAKA

http://hasanahzaili.blogspot.com/2015/12/metode-metode-dalam-perkembangan-bahasa.html
https://faridahzakiyyah.wordpress.com/2017/06/05/makalah-perkembangan-bahasa-anak/

Https://Blogmadyawati.Wordpress.Com/2016/05/15/Metode-Pengembangan-Kemampuan-Bahasa-Pada-Anak/

1 komentar:

  1. Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM , Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, maka saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya curang dan saya kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan pemberi pinjaman yang berbeda karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi Salam kepada semua warga negara Indonesia, nama saya INDALH HARUM, TOLONG, saya ingin memberikan kesaksian hidup saya di sini di platform ini sehingga semua warga negara Indonesia berhati-hati dengan pemberi pinjaman di internet, Tuhan mendukung saya melalui ibu yang baik, LASSA JIM, Setelah beberapa waktu mencoba mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan, dan menolak, jadi saya memutuskan untuk mendaftar melalui pinjaman online tetapi saya menipu dan kehilangan lebih dari 50 juta rupiah dengan Pemberi pinjaman karena saya mencari pinjaman (Rp800) setelah membayar biaya dan tidak mendapat pinjaman. Saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman, jadi saya berdiskusi dengan seorang teman saya, Harum kemudian memperkenalkan saya kepada Ny. LASSA JIM, seorang pemberi pinjaman di sebuah perusahaan bernama ACCESS LOAN FIRM sehingga teman saya meminta saya untuk melamar ibu LASSA, jadi saya mengumpulkan keberanian dan menghubungi Ms. LASSA.
    Saya mengajukan pinjaman 2 miliar rupiah dengan tingkat bunga 2%, sehingga pinjaman disetujui tanpa tekanan dan semua pengaturan dilakukan dengan transfer kredit, karena tidak memerlukan jaminan dan keamanan untuk transfer pinjaman yang baru saja saya katakan kepada dapatkan perjanjian lisensi, aplikasi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari 48 jam pinjaman itu disetorkan ke rekening bank saya.
    Saya pikir itu hanya lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya dikreditkan dengan jumlah 2 miliar. Saya sangat senang bahwa Tuhan akhirnya menjawab doa saya dengan memesan pinjaman saya dengan pinjaman asli saya, yang memberi saya keinginan hati saya. mereka juga memiliki tim ahli yang akan memberi tahu Anda tentang jenis bisnis yang ingin Anda investasikan dan cara menginvestasikan uang Anda, sehingga Anda tidak akan pernah bangkrut lagi dalam hidup Anda. Semoga Tuhan memberkati Mrs. LASSA JIM untuk membuat hidup saya lebih mudah, jadi saya sarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs. LASSA melalui email: lassajimloancompany@gmail.com

    Anda juga dapat menghubungi nomor JIM ibu LASSA whatsApp +1(301)969-1955.

    Akhirnya, saya ingin berterima kasih kepada Anda semua karena telah meluangkan waktu untuk membaca kesaksian sejati hidup saya tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda. Sekali lagi nama saya adalah INDALH HARUM, Anda dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut melalui email saya: Indalhharum@gmail.com

    BalasHapus

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI PROSES PENGUATAN MENTAL ANTI KORUPSI

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Beberapa negara di Asia memiliki beragam istilah tentang korupsi. Di China, Hong Kong dan T...