Rabu, 18 Januari 2017

MAKALAH PASAR BEBAS DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH



BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Persaingan pasar pebas yang membuat produsen produsen kecil semakin dilema untuk menghadapi. Dengan modal yang pas pasan kadang membuat takut merugi untuk merea yang ingin memulai bisnisnya. Karena tidak siap menghadapi persaingan pasar bebas. Karena banyaknya pemodal pemodal kecil gulung tikar akibat derasnya perdagangan bebas yang diterapkan oleh kebijakan pemerintah.
Selanjutnya pemerintah menyiasati produk dalam negeri supaya tetap eksis seperti yang sudah ada. Dengan p[ertumbuhan perekonomian yang begitu cepat terjadi dinegara lain seperti negara China yang mana membuat produsen kecil Indonesia seakan kehilangan separuh nafas bahkan seolah olah mati terlindas oleh kebijakan pemerintah sendiri yang tidak sepenuhnya membella produk dalam negeri.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Perdagangan Bebas ?
2.      Apa Saja Ciri – Ciri Perdagangan Bebas ?
3.      Bagaimana Pola kegiatan Perekonomian Pasar Bebas ?
4.      Apa Dampak  Perdagangan Bebas ?
5.      Apa Bentuk Campur tangan Pemerintah ?
6.      Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian ?
C.     Tujuan
1.      Untuk Mengetahui Apa Pengertian Perdagangan Bebas
2.      Untuk Mengetahui Apa Saja Ciri – Ciri Perdagangan Bebas
3.      Untuk Mengetahui Bagaimana Pola kegiatan Perekonomian Pasar Bebas
4.      Untuk Mengetahui Apa Dampak  Perdagangan Bebas
5.      Untuk Mengetahui Apa Bentuk Campur tangan Pemerintah
6.      Untuk Mengetahui Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Perdagangan Bebas
Perdagangan bebas merupakan suatu kegiatan jual beli produk antar negara tanpa adanya kerumitan  aturan atau birokrasi yang mengatur perdagangan bebas itu didalam suatu Negara. Sehingga, suatu Negara, perusahaan, atau perorangan sekalipun dapat menjual produk yang diciptakannya di luar negeri. Begitu pula sebaliknya, Negara lainpun dapat menjual produknya didalam negeri sehingga konsumen dapat mendapatkan barang – barang kualitas internasional dengan mudah dan dengan harga yang relatif terjangkau.
B.     Ciri – Ciri Perdagangan Bebas
a.       Perdagangan barang tanpa pajak (termasuk tarif) atau pembatasan perdagangan yang lain (seperti kuota impor atau subsidi untuk produsen), maksudnya adalah jual beli tersebut dilakukan tanpa dikenai pajak pada pemerintah.
b.      Perdagangan layanan tanpa pajak atau pembatasan perdagangan yang lain, hal ini pun hampir sama dengan poin pertama, tidak adanya ketentuan pajak yang khusus yang dikenakan kepada produsen, juga tidak adanya pembatasan oleh perdagangan yang lain.
c.       Ketiadaan dasar-dasar “pemutar belit perdagangan” (seperti pajak, subsidi, peraturan atau hukum) yang memberikan kelebihan kepada sejumlah kecil perusahaan, isi rumah, atau faktor-faktor produksi
d.      Akses bebas ke pasar, tidak adanya batasan atau kemudahan akses yang dapat langsung pada pasarnya, langsung pada konsumen dalam proses penjualannya
e.       Akses bebas kepada informasi pasar, konsumen dalam proses membeli produk  dapat meraih informasi secara terbuka dan bebas.
f.        Ketidak upayaan mengacaukan pasar melalui kekuatan monopoli atau oligopoly  pemberian pemerintah
g.       Pergerakan bebas tenaga kerja antara luar dan dalam Negara
h.       Pergerakan bebas modal antara luar dan dalam Negara
C.     Pola kegiatan Perekonomian Pasar Bebas
Dalam analisis ekonomi yang didapati pada masa ini, system ekonomi seperti yang diterangakan oleh adam smith dinamakan ekonomi pasar bebas.
Dalam system ekeonomi ini kegiatan-kegiatan dalam perekonomian sepenuhnya diatur oleh mekanisme pasar yang invisible hand. Interaksi diantara penjual dan pembeli di pasar (pasar barang dan produksi) akan menentukan corak produksi nasional yang akan diwujudkan dan caranya produksi nasional tersebut akan dihasilkan.
Invisible hand atau tangan gaib, merupakan suatu istilah yang diungkapkan oleh Adam Smith. Di dalam istilah tersebut, Adam Smith berpendapat bahwa kegiatan dalam  perekonomian tidak perlu diatur oleh pemerintah dan apabila setiap individu dalam  masyarakat diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang mereka inginkan maka akan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang teguh.
Menurut Adam Smith, pemerintah mempunyai  peranan yang terbatas pada penyediaan dan pengembangan infrastruktur dan menjalankan administrasi pemerintahan. Apabila pemerintah terlalu ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi maka akan semakin mengurangi efisiensi kegiatan ekonomi. Tetapi apabila pemerintah tidak secara aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi, maka akan tecipta pengaturan dan penyesuaian perekonomian yang bebas campur tangan pemerintah dan mewujudkan kegiatan ekonomiyang efisien.
D.    Dampak  Perdagangan Bebas
1.      Dampak positif
1)       Kegatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
Berbagai jenis pasar, baik bahan makanan, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Berusaha melakukan penyelarasan terhadap setiap perubahan-perubahan yang terjadi di dalam pasar. Karena semuanya dalam satu system sehingga semua kemingkinan bisa terjadi. (baik perubahan pasar, harga, dll).
2)       Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
System ekonomi pasar bebas mempunyai cirri-ciri khas yang akan mendorong kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat. Kebebasan individu dalam menjalankan kegiatan ekonomi yangmereka sukai menggalakkan mereka untuk bekera lebih efisien dan lebih giat.
3)       Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
Kebebasan yang luas juga wujud dalam menentukan kegiatan yang akann dilakukan olehsesorang, sehingga khalayak ramai yang akan menentukan jenis-jenis barang yang perlu diwujudkan (baik di produksi maupun dikonsumsi)
4)       Dengan adanya perdagangan bebas yang dilakukan oleh suatu Negara, tentunya  tersebut dapat menikmati produk , tidak hanya dari hasil produk buatan dalam negeri sendiri saja, tetapi juga dapat mengkonsumsi produk buatan luar negeri dengan mudah karena dengan adanya perdagangan bebas barang impor dapat bebas masuk kedalam negeri.
5)       Selain itu terjalin suatu hubungan internasional yang semakin terbuka antar Negara. Kemudian produk – produk dalam negeri dapat dengan mudah meraih popularitas di luar negeri.
6)       Dapat pula meningkatkan reputasi Negara ketika suatu Negara dapat berprestasi menciptakan produk yang bermanfaat dan diminati oleh konsumen internasional.
7)       Kemudian devisa kuat jika ekspor lebih besar daripada impor. Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi, inisiatif dan kreatifitas masyarakat dapat dikembangkan, terjadi persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu, efisiensi dan efektifitas tinggi karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.
2.      Dampak Negatif
1)      Apabila dalam sistem pasar bebas, pemerintah secara sempurna “lepas tangan” maka kebebasan yang tidak terbatas akan hadir. Hal ini akan menindas golongan ekonomi lemah khususnya apabila terjadi pada bahan bahan pokok.
2)      Kegiatan ekonomi yang tidak stabil dan tidak terjadi kepastian. Dalam sistem pasar bebas yang sempurna tanpa campur tangan pemerintah, kemakmuran dapat cepat tercapai tapi seketika juga dapat mengalami kemorosotan serius. Hal ini dilakukan untuk merubah harga harga barang dan jasa sehingga para produsen dan pemilik pasar dapat menambah keuntungan mereka berkali kali lipat.
3)      Sistem mekanisme pasar bebas akan memunculkan kekuatan monopoli yang dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak kecuali pihak yang melakukan monopoli. Akan tetapi, rakyat kecil akan mengalami kesusahan. Adanya eksploitasi terhadap masyarakat ekonomi lemah oleh pihak yang kuat ekonominya, menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat, munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi lemah, perekonomian dapat dengan mudah menjadi tidak stabil.
4)      Dalam menyediakan beberapa jenis barang secara bersamaan, mekanisme pasar bebas tidak dapat  melakukan secara efisien
5)      Kegiatan konsumen dan produsen akan menimbulkan eksternalitas yang dapat berupa akibat yang baik ataupun buruk tapi tetap merugikan.
6)      Munculnya kesenjangan yang semakin besar antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.
7)      Dalam suatu negara pasar bebas dapat merugikan dikarenakan suatu negara bisa kehilangan pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif pada volume produksi dalam negeri serta meningkatkan jumlah pengangguran dan kemiskinan
8)      Pada dunia impor, kerugiannya adalah peningkatan impor yang tidak dapat dibendung karena daya saing yang rendah dari prosuk produk serupa buatan dalam negeri, maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik dikuasi oleh produk produk dari luar negeri.
9)      larinya investor dikarenakan SDM dan ETOS KERJA dalam negeri lemah dan devisa yang habis karena lebih banyak produk impor daripada ekspor
10)  Ketidaksetaraan distribusi pendapatan
E.     Bentuk Campur tangan Pemerintah
Beberapa kegagalan mekanisme pasar seperti yang baru dijelaskan di atas menimbulkan kebutuhan campur tangan pemerintah dalam memperbaiki pengaturan kegiatan ekonomi. Dari kelemahan-kelemahan mekanisme pasar yang telah diuraikan di bagian sebelum ini dapat disimpulkan bahwa campur tangan pemerintah mempunyai beberapa tujuan penting seperti yang dinyatakan di bawah ini:
1.      Mengawasi agar eksternaliti kegiatan ekonomi yang merugikan dapat dihindari atau akibat buruknya dapat dikurangi.
2.      Menyediakan barang publik yang cukup sehingga masyarakat dapat memperoleh barang tersebut dengan mudah dan dengan biaya yang murah.
3.      Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaan, terutama perusahaan-perusahaan yang besar yang dapat mempengaruhi pasar, agar mereka tidak mempunyai kekuasaan monopoli yang merugikan khalayak ramai.
4.      Menjamin agar kegiatan ekonomi yang dilakukan tidak menimbulkan penindasan dan ketidaksetaraan di dalam masyarakat.
5.      Memastikan agar pertumbuhan ekonomi dapat diwujudkan dengan efisien.
Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi, yaitu:
1.       Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.
Salah satu cara yang dapat digunakan pemerintah untuk mempertinggi efisiensi kegiatan ekonomi dan mencapai tujuan-tujuan lainnya dalam menjalankan dan mengembangkan kegiatan ekonomi adalah dengan membuat peraturan dan undang-undang yang mengatur kegiatan ekonomi yang dilakukan dalam negara. Peraturan dan undang-undang yang dibuat pemerintah untuk mengatur berbagai kegiatan ekonomi dalam sesuatu negara dapat mencapai dua tujuan utama dalam usaha untuk mempertinggi efisiensi mekanisme pasar.
2.       Menentukan Aturan Permainan
Pentingnya membuat peraturan dan undang-undang yang akan menjamin berfungsinya mekanisme pasar secara efisien, dapat dengan jelas dilihat dapat diperhatikan akibat-akibat buruk yang mungkin timbul apabila setiap pelaku kegiatan ekonomi diberikan kebebasan yang tidak terbatas dalam melakukan kegiatannya. Tujuan setiap perorangan atau perusahaan untuk mencapai keuntungan yang maksimum bagi dirinya adakalanya akan sangat merugikan masyarakat. Contoh dari keadaan seperti itu telah dijelaskan dalam bagian yang lalu di dalam membincangkan mengenai perbedaan di antara biaya pribadi dan biaya sosial, yaitu menjual narkoba memberikan keuntungan yang besar kepada seseorang tetapi sangat merugikan masyarakat. Kegiatan perusahaan yang menyebabkan pencemaran atau polusi dan kesesakan
Untuk menghindari keadaan-keadaan seperti itu yang diterangkan di atas pemerintah membuat peraturan dan undang-undang yang pada hakikatnya bertujuan untuk membuat “aturan permainan” di dalam melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi yaitu menentukan hal-hal yang dapat dan yang tidak dapat dilakukan oleh para pelaku kegiatan ekonomi dalam melakukan kegiatan-kegiatan mereka. Dengan adanya peraturan dan undang-undang tersebut, para pelaku kegiatan ekonomi akan mengetahui hak-hak maupun kewajiban-kewajiban di dalam setiap kegiatan ekonominya.
3.       Menciptakan Persaingan yang Lebih Bebas
Tujuan kedua dari membuat undang-undang yang mengatur kegiatan ekonomi adalah untuk menjamin agar dalam perekonomian tidak terdapat kekuasaan monopoli dan setiap pelaku kegiatan ekonomi dapat menjalankan kegiatannya dalam suasana persaingan yang relatif bebas. Berlakunya persaingan yang bebas merupakan salah satu syarat penting untuk menciptakan mekanisme pasar yang efisien dan berjalan dengan lancar.
Dalam pasar bebas jenis, jumlah dan tingkat harga barang terutama ditentukan oleh keinginan-keinginan konsumen. Dalam sistem ekonomi pasar bebas para pengusaha tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menaikkan harga dengan membatasi penawaran barang di pasar. Jika suatu perusahaan mengeluarkan barang yang tidak dikehendaki masyarakat, barang itu tidak akan laku dan perusahaan itu akan tutup. Mereka juga tidak dapat menetapkan harga yang berbeda dengan harga yang telah ditetapkan oleh pasar, barang-barang itu tidak akan dibeli oleh masyarakat, dan pada akhirnya perusahaan itu harus menghentikan usahanya.
4.       Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).
Dalam beberapa kegiatan tertentu undang-undang saja belum dapat memberi jaminan bahwa kegiatan-kegiatan itu dapat dilaksanakan secara efisien, atau akan memberi kemakmuran yang paling tinggi kepada masyarakat. Bahkan adakalanya masyarakat akan mendapat keuntungan yang sangat besar apabila kegiatan-kegiatan tersebut diserahkan kepada pihak pemerintah.
Untuk kegiatan-kegiatan yang mempunyai sifat seperti itu pemerintah akan melakukan campur tangan secara langsung, yaitu pemerintah akan langsung turut serta melakukan kegiatan-kegiatan memproduksi barang tersebut.
5.       Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.
Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatan-kegiatannya. Di dalam perekonomian kedua kebijakan ini digunakan oleh pemerintah untuk mencapai beberapa tujuan, yaitu:
a.       Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makro ekonomi yang timbul, yaitu masalah pengangguran, masalah kenaikan harga-harga dan masalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan.
b.      Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien.
c.       Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas.
Dalam upaya peningkatan kehidupan ekonomi, individu, dan anggota masyarakat tidak hanya tergantung pada peranan pasar melalui sektor swasta. Peran pemerintah dan mekanisme pasar (interaksi permintaan dan penawaran pasar) merupakan hal yang bersifat komplementer (bukan substitusi) dengan pelaku ekonomi lainnya. Pemerintah sebagai salah satu pelaku ekonomi (rumah tangga pemerintah), memiliki fungsi penting dalam perekonomian yaitu berfungsi sebagai stabilisasi, alokasi, dan distribusi.
Adapun penjelasannya sebagai berikut :
a.       Fungsi Stabilisasi, yakni fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hukum, pertahanan, dan keamanan.
b.      Fungsi Alokasi, yakni fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa publik seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.
c.       Fungsi Distribusi, yakni fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.
F.      Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian
Memang menurut Adam Smith, pasar adalah tempat mengorganisir perekonomian yang paling baik, sehingga campur tangan pemerintah tidak diperlukan. Namun dalam kenyataanya, ada yang namanya kegagalan pasar dimana pasar tidak lagi berfungsi karena gagal dalam mendistribusikan barang dan jasa. Contoh sekarang, harga cabe mahal karena pasar gagal mendistribusikan cabe diwilayah lokal sehingga menyebabkan kelangkaan atau suatu wilayah harus mencari cabe di wilayah lain yang mengakibatkan harga cabe naik.
Jika ingat tentang hukum permintaan, ketika permintaan tinggi namun barang yang ditawarkan sedikit, maka otomatis harga naik maka dari itu, solusi dari pemerintah adalah dengan pemberdayaan petani cabe lokal, mempermudah distribusinya atau kebijakan impor agar kelangkaan dapat ditanggulangi dan pasar kembali ke titik keseimbanganya
Campur tangan pemerintah lainya adalah dalam mengatasi adanya monopoli dan hak kuasa atas sumberdaya penting. Contoh sekarang adalah PLN adalah milik pemerintah, namun di luar negeri listrik dikuasai swasta (sebagian) sehingga swasta berhak memainkan harga dan jasa ini masuk dalam pasar, Namun jika dikuasai pemerintah, biaya dapat ditekan sehingga masyarakat tidak perlu membayar mahal.
Sebenarnya campur tangan pemerintah sangat banyak dalam perekonomian, Misal dalam pajak , pembatasan pasar uang dan modal, perlindungan produsen dan lain-lain.



BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan:
Perdagangan bebas merupakan suatu kegiatan jual beli produk antar negara tanpa adanya kerumitan  aturan atau birokrasi yang mengatur perdagangan bebas itu didalam suatu Negara.
Ciri ciri:
a.       Perdagangan barang tanpa pajak (termasuk tarif) atau pembatasan perdagangan yang lain (seperti kuota impor atau subsidi untuk produsen).
b.      Perdagangan layanan tanpa pajak atau pembatasan perdagangan yang lain.
c.       Pergerakan bebas tenaga kerja antara luar dan dalam Negara. Dll
Dampak  Perdagangan Bebas
Dampak positif
1.      Kegatan ekonomi dalam pasar diatur dan diselaraskan dengan efisien.
2.      Pertumbuhan ekonomi yang teguh akan dapat diwujudkan.
3.      Pelaku kegiatan ekonomi diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi yang disukainya.
4.      Dengan adanya perdagangan bebas yang dilakukan oleh suatu Negara, tentunya  tersebut dapat menikmati produk , tidak hanya dari hasil produk buatan dalam negeri sendiri saja, tetapi juga dapat mengkonsumsi produk buatan luar negeri dengan mudah karena dengan adanya perdagangan bebas barang impor dapat bebas masuk kedalam negeri.
5.      Selain itu terjalin suatu hubungan internasional yang semakin terbuka antar Negara. Kemudian produk – produk dalam negeri dapat dengan mudah meraih popularitas di luar negeri.
6.      Dapat pula meningkatkan reputasi Negara ketika suatu Negara dapat berprestasi menciptakan produk yang bermanfaat dan diminati oleh konsumen internasional.
7.      Kemudian devisa kuat jika ekspor lebih besar daripada impor. Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi, inisiatif dan kreatifitas masyarakat dapat dikembangkan, terjadi persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu, efisiensi dan efektifitas tinggi karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.

Dampak Negatif
1)      Apabila dalam sistem pasar bebas, pemerintah secara sempurna “lepas tangan” maka kebebasan yang tidak terbatas akan hadir. Hal ini akan menindas golongan ekonomi lemah khususnya apabila terjadi pada bahan bahan pokok.
2)      Kegiatan ekonomi yang tidak stabil dan tidak terjadi kepastian. Dalam sistem pasar bebas yang sempurna tanpa campur tangan pemerintah, kemakmuran dapat cepat tercapai tapi seketika juga dapat mengalami kemorosotan serius. Hal ini dilakukan untuk merubah harga harga barang dan jasa sehingga para produsen dan pemilik pasar dapat menambah keuntungan mereka berkali kali lipat.
3)      Sistem mekanisme pasar bebas akan memunculkan kekuatan monopoli yang dapat menimbulkan kerugian bagi semua pihak kecuali pihak yang melakukan monopoli. Akan tetapi, rakyat kecil akan mengalami kesusahan. Adanya eksploitasi terhadap masyarakat ekonomi lemah oleh pihak yang kuat ekonominya, menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat, munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi lemah, perekonomian dapat dengan mudah menjadi tidak stabil.
4)      Dalam menyediakan beberapa jenis barang secara bersamaan, mekanisme pasar bebas tidak dapat  melakukan secara efisien
5)      Kegiatan konsumen dan produsen akan menimbulkan eksternalitas yang dapat berupa akibat yang baik ataupun buruk tapi tetap merugikan.
6)      Munculnya kesenjangan yang semakin besar antara golongan ekonomi kuat dengan yang lemah.
7)      Dalam suatu negara pasar bebas dapat merugikan dikarenakan suatu negara bisa kehilangan pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif pada volume produksi dalam negeri serta meningkatkan jumlah pengangguran dan kemiskinan
8)      Pada dunia impor, kerugiannya adalah peningkatan impor yang tidak dapat dibendung karena daya saing yang rendah dari prosuk produk serupa buatan dalam negeri, maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik dikuasi oleh produk produk dari luar negeri.
9)      larinya investor dikarenakan SDM dan ETOS KERJA dalam negeri lemah dan devisa yang habis karena lebih banyak produk impor daripada ekspor
10)  Ketidaksetaraan distribusi pendapatan


DAFTAR PUSTAKA

Buku BSE Ekonomi Kelas X SMA/MA Nurhayatiningtyas 2009.
Sadono, Sukirno . Mikro ekonomi teori pengantar. 2009. Jakarta : Rajawali Pers.
file:///H:/Fadly%20Knight%20%20PASAR%20BEBAS.htm. 24 November 2015. Pukul 19.45
http://hpweblog.wordpress.com/2012/10/19/pasar-bebas-dan-kebijakan-pemerintah/. Diakses pada tanggal 24 November 2015. Pukul 19.45
http://pasardankebijakanpemerintah.blogspot.co.id/. Diakses pada tanggal 24 November 2015. Pukul 19.45
file:///H:/Fadly%20Knight%20%20PASAR%20BEBAS.htm. Diakses pada tanggal 24 November 2015. Pukul 19.45\
file:///H:/SUSTER%20MATERNA%20(15209774).htm. Diakses pada tanggal 24 November 2015. Pukul 19.45


KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan rahmat-Nya jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya. Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.




DAFTAR ISI

KATA PENGATAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.     Pengertian Perdagangan Bebas
B.     Ciri – Ciri Perdagangan Bebas
C.     Pola kegiatan Perekonomian Pasar Bebas
D.    Dampak  Perdagangan Bebas
E.     Bentuk Campur tangan Pemerintah
F.      Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA


MAKALAH
PASAR BEBAS & KEBIJAKAN PEMERINTAH











DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 6

1.      ULFAINI
2.      USWATUN HASANAH
3.      ZAHRA SUSILAWATI
4.      SUKRONUL HAKIM


UNIVERSITAS  GUNUNG RINJANI
2016 / 2017

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar