Senin, 21 November 2016

MAKALAH PRASASTI

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta. Kurang lebih secara harfiah artinya adalah “pujian”. Pada perkembangannya,  prasasti dapat merujuk kepada piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang, atau tulisan yang dikeluarkan oleh seorang Raja atau pemerintahan yang berkuasa. Epigrafi adalah ilmu yang mempelajari prasasti.
Ada beberapa istilah lain untuk prasasti. Dalam bahasa Latin, prasasti disebut inskripsi. Di Malaysia, istilah yang sering dipakai adalah “batu bersurat” atau “batu bertulis”.
Meski maknanya lebih mudah ditangkap, tetapi pengertiannya lebih sempit daripada “prasasti”, karena tidak semua prasasti disuratkan di bebatuan. Di masa lalu, Indonesia pun sering memakai istilah “batu bertulis”, misalkan dalam kasus Batutulis di Bogor, sampai namanya dipakai menjadi nama sebuah perkampungan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Prasasti ?
2.      Apa Fungsi Prasasti ?
3.      Apa Isi dari Prasasti di Nusantara ?
4.      Uraikan Makna Bahasa dan Aksara Prasasti !
5.      Apa Saja Daftar Nama Prasasti di indonesia ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui Pengertian Prasasti
2.      Mengetahui Fungsi Prasasti
3.      Mengetahui Isi dari Prasasti di Nusantara
4.      Mengetahui Makna Bahasa dan Aksara Prasasti
5.      Mengetahui Daftar Nama Prasasti di indonesia









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Prasasti
Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang prasasti disebut Epigrafi.
Di antara berbagai sumber sejarah kuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak hal yang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan.
Dalam pengertian modern di Indonesia, prasasti sering dikaitkan dengan tulisan di batu nisan atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atau peresmian suatu proyek pembangunan. Dalam berita-berita media massa, misalnya, kita sering mendengar presiden, wakil presiden, menteri, atau kepala daerah meresmikan gedung A, gedung B, dan seterusnya dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dengan demikian istilah prasasti tetap lestari hingga sekarang.
B.     Fungsi Prasasti
Di antara berbagai sumber sejarah Indonesia kuno, seperti naskah dan berita asing, yang dianggap sebagai sumber terpenting adalah prasasti karena mampu memberikan gambaran kronologis dari suatu peristiwa.
Selain mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan, prasasti juga mengandung unsur penanggalan.
Meskipun ada beberapa prasasti yang tidak mencantumkannya, Penanggalan tersebut dapat diperkirakan dengan temuan prasasti lain yang dikeluarkan oleh raja yang sama. Hal itu juga dapat dilakukan dengan membandingkan bahasa dan aksara dengan contoh lain yang penanggalannya sudah dapat dipastikan
Prasasti dalam kaitannya sebagai sumber sejarah merupakan sumber primer yang digunakan para arkeolog maupun sejarawan sebagai sumber untuk menjelaskan dan menggambarkan kehidupan masa lalu.
Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi di Indonesia, dikatakan sebagai garis tegas berakhirnya zaman prasejarah. Dengan kata lain, merupakan babak baru dalam sejarah kuno Indonesia dari periode belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan.
Walaupun prasasti merupakan sumber tertulis yang amat tepercaya, kita tetap perlu memaklumkan ketidaksanggupannya menyampaikan informasi secara utuh mengingat isinya yang cenderung terbatas pada hal-hal bersifat resmi. Oleh sebab itu dukungan sumber tertulis lain sangat diperlukan.
Terkadang untuk mengisi kekosongan rangkaian sejarah, dipersilakan pengajuan jawaban dengan logika, perbandingan, dan pendugaan, yang bersifat hipotetis.
C.    Isi dari Prasasti di Nusantara
Meski berarti “pujian”, tidak semua mengandung puji-pujian. Sebagian besar prasasti diketahui memuat keputusan yang dikeluarkan oleh penguasa atau raja.
Oleh sebab itu apa yang terdapat dalam prasasti merupakan pemberitaan yang mengandung informasi-informasi yang sangat penting dan resmi dari lingkungan pemerintahan atau raja.
Sumber-sumber tertulis berupa prasasti di masa Mataram Kuno memberikan informasi terkait dengan masalah pemerintahan kerajaan, seperti masalah pemberian hadiah kepada pejabat daerah, silsilah raja, stratifikasi sosial masyarakat, masalah pajak dan kekuasaan serta sosial ekonomi lainnya.
Prasasti dapat menceritakan mengenai kehidupan masyarakat, administrasi dan birokrasi kerajaan, kehidupan sosial-ekonomi, pelaksanaan hukum, sistem pembagian kerja, pajak, perdagangan, keagamaan, seni dan pekerjaan, maupun adat istiadat.
Ada juga yang berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata yang disebut jayapatra atau jayasong, sebagai tanda kemenangan (jayacikna), tentang utang-piutang (suddhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah yang kebanyakan diketemukan menyangkut kerajaan Sriwijaya. Ada pula prasasti yang berisi tentang silsilah suatu tokoh atau genealogi raja.
Prasasti yang lengkap terdiri dari beberapa bagian isi antara lain pada prasasti penetapansima, adalah seruan sebagai pembukaan, dengan ucapan selamat atau penghormatan kepada dewa.
Setelah seruan tersebut adalah berupa bagian yang menunjukkan penanggalan, antara lain menunjuk hari, tanggal, bulan, dan tahun.
Penanggalan tersebut dilanjutkan dengan penyebutan nama raja atau pejabat pemberi perintah. Hal tersebut kemudian dilanjutkan dengan nama pejabat tinggi yang mengiringi, meneruskan dan menerima perintah.
Setelah bagian itu semua dilanjutkan pada bagian yang kelima, yaitu bagian yang menjadi pokok isi atau pokok peristiwa yang diabadikan dalam prasasti, yaitu berisi penetapan suatu daerah menjadi sima. Penetapan sima tersebut diikuti oleh bagian yang sering disebut dengan Sambandha, yaitu bagian yang berisi alasan-alasan daerah tersebut dijadikan daerah sima.
Ternyata dalam prasasti terdapat pula bagian yang berupa daftar para saksi atau para pejabat yang hadir pada peristiwa tersebut. Selanjutnya bagian prasasti yang terakhir berisi sumpah, ancaman atau kutukan bagi siapa yang telah melanggar ketentuan-ketentuan yang diberlakukan; dan diakhiri dengan bagian penutup.
Bahan Pembuatan Prasasti
Prasasti merupakan salah satu wujud peninggalan tertulis dari masa lampau yang biasanya dipahatkan di batu atau logam. Dalam periode sejarah kuno Indonesia, prasasti diklasifikasikan sebagai hasil budaya manusia yang bersifat moveable(dapat dipindahkan) di samping tinggalan-tinggalan yang tidak dapat dipindahak (unmoveable) berupa bangunan-bangunan.
Bahan yang digunakan untuk menuliskan biasanya berupa batu atau lempengan logam, daun dan kertas. Selain batuan jenis andesit, jenis batu lainnya yang digunakan adalah batu kapur, batu pualam, dan basalt.
Prasasti batu kadang disebut upala prasasti, yang menggunakan bahan logam baik tembaga, perak, emas atau perunggu, disebut tamra prasasti, ripta prasasti yang ditulis di atas daun tal atau lontar. Ada juga yang berbahan tanah liat atau tablet, Isi tablet ini yang terbanyak adalah mantra-mantra agama Buddha.
D.    Bahasa dan Aksara Prasasti
Informasi yang tertulis dalam prasasti (sebagai sarana) adalah berupa bahasa (sebagai prasarana), yang merupakan salah satu wujud dari tujuh unsur kebudayaan universal.
Melalui prasasti—salah satunya—bahasa berperan sebagai memori bagi kebudayaan yang sekaligus merupakan produk kebudayaan.
Prasasti juga dapat diklasifikasikan sebagai artefak—sebagai benda hasil ciptaan manusia yang dapat dipindahkan—sekaligus sebagai kebudayaan dalam bentuk tertulis yang di dalamnya memuat bahasa beserta serangkaian makna yang berasal dari masa lalu.
Prasasti-prasasti pertama yang diketemukan di Nusantara ditulis bukan dalam bahasa setempat melainkan bahasa Sanskerta.
Sanskerta pada masa itu adalah bahasa pendidikan yang digunakan oleh ahli-ahli agama dan kalangan terpelajar mungkin sama dengan bahasa Yunani-Latin pada masa kemudian dan atau bahasa Inggris pada masa sekarang.
Hal ini memberi kesan bahwa penggunaan Bahas Sanskerta memang disengaja sebagai kegiatan Intelektual dan menunjukan perbedaan antara penguasa dan jelata.
Periode yang dianggap paling aktif dan banyak menghasilkan prasasti terjadi pada abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi.
Aksara yang banyak digunakan adalah Sansekerta, Pallawa, Pranagari, Melayu Kuno, Jawa Kuno, Sunda Kuno, dan Bali Kuno. Bahasa yang digunakan juga bervariasi misalnya bahasa Sanskerta, Jawa Kuno, Sunda Kuno, dan Bali Kuno.
Beberapa prasasti di Indonesia dapat diklasifikasikan ke dalam klasifikasi bahasa yang digunakan, di antaranya:
Berbahasa Sanskerta; Prasasti Mulawarman, Kutai (abad ke-4 Masehi). Prasasti-prasasti Tarumanagara: Prasasi Kebon Kopi, Tugu, Cidanghiyang, Ciaruteun , Cianten, Jampu, dan Prasasti Pasri awi (abad ke-4 sampai abad ke-7 Masehi). Prasasti Tukmas, Canggal,  Tri Tepusan, dan lain-lain
Berbahasa Melayu Kuno atau Tua maupun Melayu Klasik atau Pertengahan; Prasasti Kedukan Bukit (683 Masehi), Talang Tuwo (684 Masehi), Kota Kapur (686 Masehi), Karang Brahi (abad ke-7 Masehi), Telaga Batu (abad ke-7 Masehi).
Palas Pasemah (abad ke-7 Masehi), Hujung Langit, Prasasti Sojomerto, Kayumwungan, Gandasuli I dan II, (832 Masehi). Prasasti Bukateja, Dewa Drabya, Terengganu (Abad ke-14 Masehi,) Minye Tujuh (1380), dan lain-lain
Berbahasa Jawa Kuno/Kawi maupun Jawa Baru; Prasasti Sukabumi (804 Masehi), Kayumwungan (824 Masehi), Siwagrha (kakawin tertua Jawa, 856 Masehi), Taji (901 Masehi), Mantyasih (907), Rukam (907).
Wanua Tengah III (908), Mula Malurung (1255), Sarwadharma (1269), Sapi Kerep (1275 Masehi), Singhasari (1351), Prasasti Wurudu Kidul, Ngadoman (1450), Prasasti Pakubuwana X (1938), dan sebagainya.
Berbahasa Sunda Kuno; Prasti Astana Gede (1350), Batutulis (1533), Kebantenan (1521), Prasti Galuh (1470), Rumatak, Geger Hanjuang (1111 Masehi), Prasasti Cikajang, Hulu Dayeuh, Ulubelu, dan yang berbahasa Berbahasa Bali; Blanjong (913), Bebetin (1049/896 Masehi), dan lain sebagainya.
Memasuki zaman kerajaan Islam, prasasti ditulis menggunakan aksara dan bahasa Arab atau aksara Arab berbahasa Melayu (Pegon). Pada lempengan-lempengan tembaga, nisan makam, masjid, hiasan dinding, pada cap kerajaan, mata uang, senjata meriam, dll.
Pada masa kolonial hingga sekarang, aksara Latin sudah banyak digunakan menggantikan aksara lama, dan bahasa mengalami penambahan, bahasa-bahasa Inggris, Portugis, dan Belanda kemudian dikenal orang Nusantara.
Sebelumnya India, Arab, dan Cina sudah lebih dahulu mereka kenal. Prasasti yang berbahasa Latin terdapat di dekat tempat-tempat keagamaan, rumah dinas pejabat, benteng-benteng, sekitar tugu peringatan, bangunan berserajah, makam, dan masih banyak lagi.
E.     Daftar nama prasasti di indonesia
Prasasti Di Jawa
Prasasti Dinoyo (760 M0 Dekat daerah Malang, Jawa timur
·         Prasasti ini berisikan tentang kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan



Prasasti Canggal (732 M) berada di dekat daerah Magelang, Jawa Tengah
·         Prasasti ini menceritakan Kerajaan Mataram Hindu dengan rajanya yang bernama Sanjaya.
Prasasti Kalasan (778 M) berada di dkeat daerah Yogyakarta
·         Prasasti ini menceritakan Kerajaan Mataram Hindu dengan rajannya yang bernama Rakai Panangkaran yang menganut agama Budha.
Prasasti Kedu (907) berada di dekat daerah Magelang, Jawa Tengah
·         Prasasti ini menceritakan tentang Raja Belitung dari Mataram Hindu.
Prasasti Kerajaan Tarumanegara
·         Prasasti Ciaruteun, di Bogor
·         Prasasti Kebon Kopi, di Bogor
·         Prasasti Jambu, di Bogor
·         Prasasti Pasir Awi, di Bogor
·         Prasasti Muara Cianten, di Bogor
·         Prasasti Lebak, di Banten
·         Prasasti Tugu, di Tugu
Prasasti di Sumatera
·         Prasasti Kerajaan Sriwijaya
·         Prasasti Kedukan Bukit, di dekat Palembang
·         Prasasti Talang Tuo, di dekat Palembang
·         Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang
·         Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambi Hulu
·         Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung Selatan




Prasasti di Kalimantan
·         Prasasti Muara Kaman, di Tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur























BAB III
KESIMPULAN

Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, di mana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang prasasti disebut Epigrafi.
Prasasti dalam kaitannya sebagai sumber sejarah merupakan sumber primer yang digunakan para arkeolog maupun sejarawan sebagai sumber untuk menjelaskan dan menggambarkan kehidupan masa lalu.
Daftar nama prasasti di indonesia
Prasasti Di Jawa
Prasasti Dinoyo (760 M0 Dekat daerah Malang, Jawa timur
·         Prasasti ini berisikan tentang kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan
Prasasti Canggal (732 M) berada di dekat daerah Magelang, Jawa Tengah
·         Prasasti ini menceritakan Kerajaan Mataram Hindu dengan rajanya yang bernama Sanjaya.
Prasasti Kalasan (778 M) berada di dkeat daerah Yogyakarta
·         Prasasti ini menceritakan Kerajaan Mataram Hindu dengan rajannya yang bernama Rakai Panangkaran yang menganut agama Budha.
Prasasti Kedu (907) berada di dekat daerah Magelang, Jawa Tengah
·         Prasasti ini menceritakan tentang Raja Belitung dari Mataram Hindu.
Prasasti Kerajaan Tarumanegara
·         Prasasti Ciaruteun, di Bogor
·         Prasasti Kebon Kopi, di Bogor
·         Prasasti Jambu, di Bogor
·         Prasasti Pasir Awi, di Bogor
·         Prasasti Muara Cianten, di Bogor
·         Prasasti Lebak, di Banten
·         Prasasti Tugu, di Tugu
Prasasti di Sumatera
·         Prasasti Kerajaan Sriwijaya
·         Prasasti Kedukan Bukit, di dekat Palembang
·         Prasasti Talang Tuo, di dekat Palembang
·         Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang
·         Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambi Hulu
·         Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung Selatan
Prasasti di Kalimantan
Prasasti Muara Kaman, di Tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur




























DAFTAR PUSTAKA

http://www.palingcucok.com/2014/11/prasasti-peninggalan-sejarah-indonesia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti
http://www.wacana.co/2009/06/prasasti/



KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah.. Puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Segala pujian hanya layak kita aturkan kepada Allah SWT. Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta petunjuk-Nya yang sungguh tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang penulis beri judul ”NAMA-NAMA PRASASTI DI INDONESIA”.
Dalam penyusuna makalah ini, penulis mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan rasa berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada mereka, kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis yang telah memberikan dukungan, moril, dan kepercayaan yang sangat berarti bagi penulis.
Berkat dukungan mereka semua kesuksesan ini dimulai, dan semoga semua ini bisa memberikan sebuah nilai kebahagiaan dan menjadi bahan tuntunan kearah yang lebih baik lagi. Penulis tentunya berharap isi makalah ini tidak meninggalkan celah, berupa kekurangan atau kesalahan, namun kemungkinan akan selalu tersisa kekurangan yang tidak disadari oleh penulis.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi. Akhir kata, penulis mengharapkan agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
B.      Rumusan Masalah
C.      Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
A.      Pengertian Prasasti
B.       Fungsi Prasasti
C.      Isi dari Prasasti di Nusantara
D.      Makna Bahasa dan Aksara Prasasti
E.       Daftar Nama Prasasti di indonesia
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA



MAKALAH
NAMA – NAMA PRASASTI DI INDONESIA


Disusun oleh :



NAMA : ELIN SEPTIANI

KELAS     : X – 1 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA SEBAGAI PROSES PENGUATAN MENTAL ANTI KORUPSI

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Beberapa negara di Asia memiliki beragam istilah tentang korupsi. Di China, Hong Kong dan T...