Kamis, 03 Agustus 2017

MAKALAH PEDAGANG ECERAN





KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmad, Taufik dan Inayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah “Mengelola Perdagangan  Eceran, Grosir, dan Logistik” ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam proses belajar mengajar.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu, kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                           














DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang                                 
B.     Rumusan Masalah    
C.     Tujuan
BAB II. PEMBAHASAN
A.     Pengertian pedagang eceran                                                                
B.     Tingkatan Layanan                                                                             
C.     Jenis Utama Pengecer Toko                                                     
D.     Jenis Organisasi Eceran                                                           
E.      Perdagangan Besar                                                         
F.      Jenis Utama Perdagangan Besar                                   
G.     Logistik Pasar                                                          
BAB III. PENUTUP
A.     Kesimpulan                                                                                              
B.     Saran                                                                                                
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Dewasa ini, konsumen dapat membeli barang dan jasa dari berbagai jenis organisasi eceran. Beragam usaha Eceran dapat di temui di setiap lingkungan pasar, baik  yang eceran maupun Non eceran. Dalam usaha eceran terdapat empat tingkatan layanan yang dapat di tawarkan oleh pengecer kepada konsumen berupa Swalayan (Self Service), Swa pilih (Self Selection) , Layanan Terbatas ( Limited Service),  dan Layanan Lengkap (Full Service).
Sedangkan Perdagangan Besar meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa kepada orang-orang yang membelinya untuk dijual kembali atau untuk penggunaan bisnis. Terdapat pula Jenis-jenis utama perdagangan Besar, berupa Pedagang Besar Niaga, Pialang  dan  Agen, Cabang dan Kantor Produsen,  serta Pedagang Besar lain. Semuanya akan di bahas dalam makalah ini baik dari jenis utama pengecer, Label Privat, hingga Keputusan Pemasaran yang harus dilakukan oleh para pengecer, dan masih banyak lagi.
1.2.Rumusan Masalah
1.        Apa Pengertian dari Eceran ?
2.        Berapakah Jenis Tingkatan Layanan?
3.        Apa Jenis-jenis utama pengecer toko?
4.        Apa saja jenis utama Organisasi Eceran?
5.        Apa Pengertian dari Perdagangan Besar?
6.        Apa saja Jenis-jenis utama Pedagang Besar?
7.        Apa pengertian Logistik Pasar?
1.3.Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari eceran
2.      Untuk mengetahui jenis tingkatan layanan
3.      Untuk mengetahui jenis-jenis utama pengecer toko
4.      Untuk mengetahui jenis utama organisasi eceran
5.      Untuk mengetahui pengertian dari perdagangan besar
6.      Untuk mengetahui jenis-jenis utama pedagang besar
7.      Untuk mengetahui pengertian logistik pasar






























BAB II
PEMBAHASAN

2.1.Pengertian  Eceran
Eceran (Retailing) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir untuk pengguna pribadi dan non bisnis.
Pengecer ( Retailer ) atau Toko Eceran ( Retail Store ) adalah setiap usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari eceran.
Setiap organisasi yang melakukan penjualan kepada konsumen akhir, apakah itu produsen, pedagang besar atau pengecer melakukan eceran. Tidak menjadi masalah bagaimana barang atau jasa tersebut dijual baik melalui orang, surat, telepon atau mesin penjaja atau internet atau dimana dijual baik di toko, dipinggir jalan atau di rumah konsumen.
Jenis-Jenis Eceran
Organisasi-organisasi pengecer sangat beragam, dan bentuk-bentuk baru terus bermunculan antara lain; pengecer toko (store retailers), penjualan eceran tanpa toko (non store retailers), dan berbagai organisasi eceran (retail organization).
2.2.Tingkat Layanan
Hipotesis Roda Eceran menjelaskan bahwa salah saru alasan mengapa muncul jenis-jenis toko baru. Toko-toko eceran konvensional biasanya meningkatkan layanannya dan menaikkan harganya untuk menutupi biaya. Biaya yang lebih tinggi memberikan peluang bagi bentuk-bentuk toko baru menawarkan harga yang lebih rendah dan layanan yang lebih sedikit.
Pengecer dapat memposisikan diri dalam menawarkan salah satu dari empat tingkat layanan:
1.      Swalayan (Self Service) adalah Landasan semua usaha diskon. Banyak pelanggan bersedia melakukan proses menemukan, membandingkan, memilih sendiri guna menghemat uang.
2.      Swa Pilih (Self Selection) adalah Pelanggan mencari barangnya sendiri, walaupun mereka dapat meminta bantuan.
3.      Layanan Terbatas ( Limited Service) adalah Pengecer ini menjual lebih banyak barang belanja dan pelanggan memerlukan lebih banyak informasi dan bantuan. Toko-toko tersebut juga menawarkan layanan seperti Kredit dan Hak mengembalikan barang.
4.      Layanan Lengkap (Full Service) adalah Wiraniaga siap membantu dalam setiap tahap proses menemukan. Membandingkan dan memilih tersebut. Pelanggan yang suka dilayani lebih menyukai jenis toko ini. Biaya karyawan yang tinggi ditambah dengan jumlah barang khusus yang tinggi dan jenis barang yang perputarannya lambat dan banyaknya jasa, menyebabkan eceran yang berbiaya tinggi.
2.3.Jenis Pengecer Utama Toko
1.      Toko Khusus (Specially Store), yaitu toko lini produk dijual dengan sempit dengan berbagai pilihan yang sama. Seperti toko sepatu, toko bunga, toko pakaian dll.
2.      Toko Serba Ada (Departement Store), yaitu toko yang menjual beberapa lini produk, biasanya menjual pakaian, perlengkapan dan barang kebutuhan rumah tangga dan biasanya tiap lini tersebut beroperasi sebagai departemen tersendiri yang dikelola oleh pembeli spesialis atau pedagang khusus.
3.      Pasar Swalayan, yaitu toko dimana operasinya lebih besar dengan biaya dan marjin rendah, tetapi bervolume tinggi. Swalayan dirancang untuk melayani semua kebutuhan konsumen seperti makanan dan produk peralatan rumah.
4.      Toko Kenyamanan (Convenience Store), yaitu toko yang relative kecil dan terletak di daerah pemukiman, mempunyai jam buka yang panjang selama 7 hari selama seminggu, serta menjual lini dalam produk bahan pangan yang terbatas dan memiliki tingkat perputaran tinggi.
5.      Toko Diskon ( Discount Store ), yaitu toko yang menjual barang standar dengan harga lebih murah karna mengambil marjin yang lebih rendah dan menjual dengan volume yang tinggi dan umumnya menjual merek nasional, bukan barang bermutu rendah.
6.      Pengecer Potongan Harga ( Off Price Retail ), yaitu toko dimana membeli dengan harga yang lebih rendah dari pada harga pedagang besar dan menetapkan harga untuk konsumen lebih rendah dari pada harga eceran, sering merupakan barang sisa, berlebih dan tidak regular yang diperoleh dengan harga yang lebih rendah dari produsen atau pengecer lainnya.
7.      Toko Super ( Super Store ), yaitu toko yang rata-rata memiliki ruang jual yang sangat luas dan bertujuan untuk memenuhi semua kebutuhan konsumen akan produk makanan dan bukan makanan yang dibeli secara rutin. Toko super dapat dibedakan menjadi :
a.       Toko Kombinasi ( Combination Store ), merupakan difersifikasi usaha swalayan ke bidang obat-obatan.
b.      Pasar Hiper ( Hipermarket ), yaitu toko yang menggabungkan prinsip-prinsip pasar swalayan, toko diskon serta pengecer gudang, ragam produknya lebih dari sekedar barang-barang rutin yang dibeli tapi meliputi mebel, peralatan besar dan kecil, pakaian dan beberapa jenis lainnya. Seperti Carrefour.
8.      Ruang Pameran, yaitu menjual banyak pilihan produk bermerek, mark up tinggi, perputaran cepat dengan harga diskon. Pelanggan memesan barang tersebut dari suatu area pengambilan barang di toko itu.
2.4.Jenis-jenis Utama Organisasi Eceran
1.      Toko Jaringan Korporat, yaitu dua gerai atau lebih yang biasanya dimiliki dan dikendalikan dengan melakukan pembelian dan perdagangan terpusat dan menjual lini dagangan yang mirip. Ukurannya memungkinkan toko jaringan korporat tersebut membeli dalam jumlah besar dengan harga yang lebih rendah dan mampu memperkerjakan ahli-ahli korporat untuk melakukan tugas-tugas penetapan harga, promosi perdagangan, pengendalian, persediaan dan perkiraan penjualan. Contoh :  Tower Records, GAP dll
2.      Jaringan Sukarela, yaitu kelompok Pengecer Independen yang disponsori pedagang besar yang melakukan pembelian besar-besaran dan perdagangan umum Contoh : Indepndent Grocers Alliance (IGA).
3.      Koperasi Pengecer, yaitu Pengecer-pengecer independen yang membentuk organisasi pembelian pusat dan melakukan kegiatan-kegiatan promosi bersama Contoh : ACE Hardware (perkakas), Associated Grocers (Pangan).
4.      Koperasi Konsumen, yaitu Perusahaan Eceran yang dimiliki pelanggannya. Dalam Koperasi konsumen, penduduk menyerahkan uang untuk membuka toko mereka sendiri, memberikan suara untuk menetapkan kebijakannya, memilih suatu kelompok untuk mengelolanya dan menerima deviden keanggotaan.
5.      Organisasi Waralaba, yaitu Perhimpunan berdasarkan  kontrak antara pemberi waralaba  (produsen, pedagang besar, organisasi jasa) dan pemegang waralaba (pengusaha independent yan g membeli hak untuk memilki dan menjalankan satu atau beberapa unit dalam system waralaba tsb) . Contoh : McDonald’s, Pizza Hut, 7-Eleven dll.
6.      Konglomerat Perdagangan, yaitu Perusahaan berbentuk bebas yg menggabungkan beberapa lini eceran yang berbeda-beda dan terbentuk dibawah kepemilikan yang terpusat, bersama suatu penggabungan distribusi dan manajemen. Contoh : Allied Domeq, PLC menjalankan Duncin Donuts dan Baskin Robbins.
a.       Kategori Usaha Eceran Non toko
1.      Penjualan Langsung
Disebut juga penjualan multilevel dan pemasaran jaringan, dengan ratusan perusahaan menjual dari pintu ke pintu atau kegiatan penjualan di rumah. Contoh: Amway yang memberi kompensasi persentase penjualan.
2.      Pemasaran Langsung
Yakni pemasaran surat langsung (pemasaran jarak jauh atau telemarketing, pemasaran televisi respon langsung dan belanja elektronik) dan catalog. Contoh: Amazon.com sebagai situs penjualan  online yang sukses.


3.      Mesin Otomatis
Menawarkan berbagai barang, seperti minuman ringan, kopi, permen, surat kabar,majalah, dan lain-lain di berbagai tempat. Contoh: Di Jepang, negara dengan mesin otomatis terbanyak, Coca Cola memiliki lebih dari 1 juta mesin.
4.      Layanan Pembelian
Yakni pengecer tanpa toko yang melayani klien tertentu (biasanya karyawan organisasi besar) yang ingin membeli dari sejumlah pengecer yang setuju memberi diskon sebagai imbalan keanggotaan.
Lingkungan Eceran Baru. Contohnya, Whole Foods Market, gerai makanan yang memberi contoh lingkungan eceran baru seperti karyawan yang siap membantu dan produk yang unik.
b.      Perkembangan Lingkungan Eceran Lainnya
1.      Bentuk dan Kombinasi Eceran Baru
Contoh: Loblaw’s Supermarkets  yang menambahkan klub kebugaran di toko.    
2.      Pertumbuhan Persaingan Antarjenis
Contoh: Department store yang harus bersaing dengan jenis toko berbeda seperti toko diskon dan ruang pamer katalog karena memiliki konsumen yang sama dengan menjual jenis barang yang sama.
3.      Persaingan antara Pengecer Berbasis Toko dan Nontoko
Contoh: Kmart yang memperluas bisnis dengan membuka penjualan online.
4.      Pertumbuhan Pengecer Raksasa
Contoh: WalMart, supercenter yang menggabungkan  barang makanan dan pilihan barang bukan makanan.
5.      Penurunan Pengecer Pasar Menengah
Contoh: Kohl’s memperoleh kesuksesan saat memasukkan nama-nama trendi seperti Vera Wang dan majalah Elle untuk merancang lini eksklusif.
6.      Profil Global Pengecer Utama
Kini banyak pengecer dengan format unik dan positioning merk yang kuat di Negara lain. Contoh: hipermarket ,Carrefour dari Perancis.
2.5.Perdagangan Besar
Perdagangan besar meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa kepada orang-orang yang membelinya untuk dijual kembali atau untuk penggunaan bisnis. Perdagangan besar tidak mencakup produsen dan petani, karena keduanya terutama terlibat produksi dan juga tidak mencakup pengecer. Pedagang besar atau disebut juga Distributor berbeda dengan pengecer dalam beberapa hal yaitu :
1.      Pedagang besar memberikan perhatian yang lebih sedikit pada promosi, atmosfer dan lokasi, karena berhadapan dengan pelanggan bisnis bukan dengan pelanggan atau konsumen akhir.
2.      Transaksi perdagangan besar biasanya lebih besar dari pada transaksi eceran, dan pedagang besar biasanya menjangkau daerah perdagangan yang lebih luas dari pada pengecer.
3.      Pemerintah berhubungan dengan pedagang besar dan pengecer dengan cara yang berbeda dalam peraturan hukum dan pajak.
a.      Pertumbuhan dan Jenis Perdagangan Besar
Perdagangan besar telah berkembang pesat beberapa tahun ini. Sejumlah faktor menjelaskan bahwa pertumbuhan pabrik-pabrik yang lebih besar yang terletak agak jauh dari pembeli-pembeli utama, produksi sebelum pesanan bukan sebagai tanggapan atas pesanan khusus, kenaikan jumlah tingkat produsen perantara dan pemakai dan kebutuhan yang meningkat untuk menyesuaikan produk dengan pengguna perantara dan pemakai akhir dari segi kuantitas, kemasan dan bentuk.
b.      Keputusan Pasar Pedagang Besar
Dalam beberapa tahun besar telah menghadapi tekanan yang semakin meningkat dari sumber-sumber persaingan baru, pelanggan yang banyak menuntut, teknologi baru, dan program pembelian yang lebih langsung oleh bagian pembelian industri, institusi dan eceran besar. Sehingga para distributor tersebut harus mampu dalam memberikan jawaban dan mengembangkan strategi yang tepat. Salah satu pendorong utamanya adalah meningkatkan produktivitas aset dengan mengelola persediaan dan piutangnya sendiri dengan lebih baik lagi.
c.       Pasar  Sasaran
Pedagang besar perlu mendefinisikan pasar sasarannya. Mereka dapat memilih kelompok pelanggan  sasaran berdasarkan ukuran (hanya pengecer besar), jenis pelanggan (hanya toko makanan nyaman), kebutuhan layanan (pelanggan yang membutuhkan kredit) atau kriteria lainnya. Dalam kelompok sasaran tersebut, mereka dapat mengindentifikasikan pelanggan yang paling menguntungkan dan merancang tawaran yang lebih kuat guna membina hubungan yang lebih baik dengan mereka.
d.      Keragaman Produk dan Layanan
“ Produk “ pedagang besar adalah keragamannya. Pedagang Besar mendapat tekanan besar untuk menyediakan Lini lengkap dan mempertahankan persediaan yang memadai untuk dikirimkan segera tetapi biaya menyimpan persediaan besar dapat menghilangkan laba.
e.       Keputusan Harga
Pedagang besar biasanya menaikkan harga pokok barang sebesar presentasi konvensional, misalkan 20 % untuk menutupi pengeluaran-pengeluarannya. Pengeluarannya mungkin mencapai 17 % dari marjin kotor, yang akan menyisakan marjin laba sekitar 3 %. Mereka juga meminta potongan harga khusus dari pemasok jika mereka dapat mengubahnya menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan pemasok.
f.        Keputusan Promosi
Pedagang besar, terutama mengandalkan tenaga penjualannya untuk mencapai tujuan-tujuan promosinya. Bahkan kebanyakan pedagang besar memandang penjualan sebagai satu orang wiraniaga yang bicara dengan satu orang pelanggan. Pedagang besar perlu mengembangkan strategi promosi menyeluruh yang melibatkan iklan perdagangan, promosi penjualan dan pemberitaan. Perlu juga memanfaatkan bahan dan promosi pemasok.
2.6.Jenis-jenis Utama Pedagang besar
a.       Pedagang Besar Niaga
Perusahaan-perusahaan yang dimiliki secara independent yang mempunyai kepemilikan atas barang dagangan yang mereka tangani. Mereka biasa disebut Perantara, distributor, atau Lembaga Pemasok Pabrik dan dapat dibagi menjadi dua kategori : Pedagang besar layanan penuh dan Pedagang besar layanan terbatas.
1)   Pedagang Besar Layanan Penuh, yaitu Menyimpan  persediaan, memiliki tenaga penjualan, menawarkan kredit, melakukan pengiriman dan memberikan bantuan manajemen.
Ada 2 jenis Pedagang Besar Layanan Penuh yaitu :
a)      Pedagang Grosir yang melakukan penjualan kepada pengecer dan memberikan layanan penuh.
Ø  Pedagang Besar barang dagangan umum menjual beberapa Lini barang dagangan  
Ø  Pedagang Besar Lini Umum menjual satu dua Lini.
Ø  Pedagang Besar Barang Khusus hanya menjual sebagian Lini.
b)      Distributor Industri melakukan penjualan kepada produsen, alih-alih kepada pengecer dan memberikan beberapa layanan menyimpan persediaan, menawarkan kredit dan melakukan pengiriman.
c)      Pedagang Besar Layanan Terbatas yaitu menawarkan layanan yang lebih sedikit kepada pemasok dan pelanggan.
Ø  Pedagang Besar tunai memiliki Lini produk yang terbatas, barang  yang cepat berputar dan melakukan penjualan kepada pengecer-pengecer kecil secara tunai.
Ø  Pedagang Besar ruck terutama melakukan penjualan dan pengiriman Lini terbatas barang dagangan yang agak ditahan agak lama kepada Pasar Swalayan, Toko pangan kecil, Rumah sakit, Restoran dll
Ø  Pengiriman antaran melakukan kegiatan dalam industri besar seperti batu bara, kayu.
Ø  Pemborong rak melayani pengecer kebutuhan pokok dan obat, kebanyakan untuk jenis.
Ø  Koperasi Produsen mengumpulkan hasil bumi untuk dijual kepasar-pasar lokal. Laba Koperasi Produsen dibagikan kepada para anggotanya pada akhir tahun.
Ø  Pedagang Besar Pesanan Pos mengirim katalog kepada pedagang eceran, pelanggan industri, dan pelanggan lembaga yang menampilkan perusahaan-perusahaan didaerah-daerah terpencil.
b.      Pialang  dan  Agen
Tidak mempunyai kepemilikan atas barang dan hanya melakukan sedikit fungsi. Fungsi utama adalah memudahkan pembelian dan penjualan dan untuk itu mereka menerima komisi 2 hingga 6 persen dari harga jual.
1)      Pialang
     Fungsi utama dari Pialang adalah mempertemukan antara Pembeli dan penjual dan membantu negosiasi. Mereka dibayar oleh pihak yang menyewanya dan tidak menyimpan persediaan, tidak terlibat dalam pembiayaan atau tidak menanggung resiko.  Contoh : Pialang Perumahan, Pialang Asuransi, Pialang Surat berharga.
2)      Agen
Mewakili pembeli atau penjual dengan lebih permanent.
Ø  Agen Produsen
Mewakili dua atau lebih produsen lini produk pelengkap. Mereka menandatangani perjanjian tertulis formal dengan masing-masing produsen mengenai kebijakan harga, wilayah, prosedur penanganan pesanan, layanan pengiriman, dan garansi serta besarnya komisi.
Ø  Agen Penjualan
Mempunyai kewenangan berdasarkan kontrak untuk menjual seluruh keluaran produsen dalam bidang produk seperti tekstil, mesin dan peralatan industri, batu bara dll.
Ø  Agen pembelian
Umumnya mempunyai hubungan jangka panjang dengan pembeli dan melakukan pembelian bagi mereka, sering menerima, memeriksa, melakukan penggudangan, dan pengiriman barang dagangan kepada pembeli.
Ø  Pedagang Komisi
Mempunyai kepemilikan fisik atas produk dan menegosiasikan penjualan.
c.       Cabang dan Kantor Produsen
Usaha perdagangan besar yang dilakukan sendiri oleh penjual atau pembeli alih-alih melalui pedagang besar independent. Cabang-cabang dan kantor-kantor yang terpisah dapat dikhususkan untuk penjualan atau pembelian
d.      Pedagang Besar lain
Sejumlah jenis khusus pedagang besar ditemukan dalam sektor perekonomian tertentu. Jenis ini meliputi mengumpulkan hasil pertanian (yang membeli hasil pertanian dari banyak tanah pertanian), pabrik dan terminal minyak ukuran besar (yang mengumpulkan hasil minyak bumi dari banyak sumur) dan Perusahaan pelelangan (yang melelang mobil, peralatan dan sebagainya kepada penyalur dan bisnis lain).
2.7.Logistik Pasar
Meliputi perencanaan infrastruktur untuk memenuhi permintaan, lalu mengimplementasikan dan mengendalikan aliran fisik bahan dan barang akhir dari titik asal ke titik penggunaan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan laba.
a.       Tahap Perencanaan Logistik
1.        Memutuskan proposisi nilai perusahaan bagi pelanggannya
2.        Memutuskan rancangan saluran dan strategi jaringan terbaik untuk menjangkau pelanggan.
3.        Mengembangkan kesempurnaan operasional dalam peramalan, penjualan, manajemen gudang, manajemen transportasi, dan manajemen bahan
4.        Mengimplementasikan solusi dengan sistem informasi, peralatan, kebijakan, dan prosedur terbaik.
b.      Sistem Logistik Terintegrasi
Meliputi manajemen bahan, sistem aliran bahan, dan distribusi fisik dibantu oleh teknologi informasi (TI). Logistik pasar meliputi beberapa kegiatan. Pertama adalah peramalan penjualan, berdasarkan jadwal distribusi, produksi dan tingkat persediaan perusahaan. Rencana produksi mengindikasikan bahan yang harus di pesan departemen pembelian. Bahan ini tiba melalui transportasi ke dalam, memasuki wilayah penerimaan, dan disimpan di persediaan bahan mentah. Bahan mentah di ubah menjadi barang jadi. Persediaan barang jadi merupakan penghubung antara pesanan pelanggan dan kegiatan manufaktur.
Pesanan pelanggan menurunkan tingkat persediaan barang jadi, dan kegiatan manufaktur meningkatkannya. Barang jadi mengalir dari lini perakitan dan melewati proses pengemasan, gudang dalam pabrik, pemrosesan ruang pengiriman, transportasi ke luar, gudang lapangan, serta pengiriman dan layanan pelanggan.
Contoh: FedEx bekerja sama dengan Volvo dalam menyalurkan suku cadang truk dari permintaan melalui telepon.
c.       Tujuan Logistik Pasar
Banyak perusahaan menyatakan tujuan logistik pasar mereka sebagai “menempatkan barang yang tepat di tempat yang tepat pada saat yang tepat dengan biaya terendah”. Sayangnya, tujuan ini hanya memberikan sedikit panduan praktis. Tidak ada sistem yang dapat memaksimalkan layanan pelanggan dan meminimalkan biaya distribusi pada saat yang sama. Layanan pelanggan maksimum mengimplikasikan persediaan besar, transportasi premium, dan berbagai gudang yang semuanya meningkatkan biaya logistik pasar. Perusahaan juga tidak dapat mencapai efisiensi logistik pasar dengan meminta setiap manajer logistik pasar meminimalkan biaya logistiknya sendiri. Biaya logistik pasar berinteraksi dan sering berhubungan secara negatif.
Contoh: Land’s End, pengecer pakaian raksasa menetapkan tujuannya untuk “merespons semua panggilan dalam 20 detik dan mengirim pemesanan dalam 24 jam setelah penerimaan pemesanan”.
d.      Kalkulasi Biaya Sistem Logistik Pasar
Pemilihan sistem logistik pasar memerlukan pengamatan total biaya (M) yang berhubungan dengan berbagai sistem yang direncanakan dan memilih sistem yang meminimalkannya. Jika sulit mengukur S, perusahaan harus berusaha meminimalkan T + FW + VW untuk tingkat layanan pelanggan yang ditargetkan.
e.       Keputusan Logistik Pasar
1.        Pemrosesan Pemesanan
     Perusahaan berusaha mempersingkat siklus pemesanan sampai pembayaran, yakni waktu antara penerimaan pesanan, pengiriman, dan pembayaran.
Contoh: General Electric mengoperasikan sistem informasi yang memeriksa kredit pelanggan terhadap penerimaan pesanan dan menentukan apa dan di mana barang disimpan.
2.        Pergudangan
Fungsi penyimpanan adalah membantu memperlancar perbedaan antara produksi dan jumlah yang diinginkan oleh pasar.
Ø  Gudang Penyimpanan : Menyimpan barang untuk jangka waktu menengah  sampai panjang
Ø  Gudang Distribusi : Menerima barang dari berbagai pabrik perusahaan dan pemasok serta memindahkan sesegera mungkin.
Ø  Gudang Otomatis : Menerapkan sistem penanganan bahan yang maju di bawah kendali komputer pusat.


3.        Persediaan
Manajemen harus mengetahui tingkat stok yang diperlukan untuk menempatkan pesanan baru (titik pesanan). Perusahaan juga harus menyeimbangkan antara:
Ø  Biaya pemrosesan pesanan (biaya setup dan biaya pelaksanaan)
Ø  Biaya penyimpanan persediaan (biaya penyimpanan, biaya modal, pajak dan asuransi, serta penyusutan dan keusangan).
Menentukan Kuantitas Pesanan Optimal. Contohnya, Sony menetapkan sistem “persediaan mendekati nol”, yang disebut sebagai SOMO (sell one, make one). Sistem ini mengharuskan perusahaan membuat sesuai pesanan, tidak stok.
4.        Transportasi
Pilihan transportasi akan mempengaruhi penetapan harga  produk, kinerja pengiriman tepat waktu, dan kondisi barang ketika barang itu tiba, yang semuanya memengaruhi kepuasan pelanggan. Kontainerisasi terdiri dari memasukkan barang dalam kotak atau trailer yang mudah dipindahkan antar dua model transportasi.
Ø  Piggyback   : penggunaan rel dan truk
Ø  Fishyback   : penggunaan air dan truk
Ø  Trainship     : penggunaan air dan rel
Ø  Airtruck     : penggunaan udara dan truk
Pengiriman dapat memilih dari angkutan pribadi, kontrak, dan angkutan umum. Angkutan kontrak adalah organisasi independen yang menjual layanan transportasi kepada pihak lain berdasarkan kontrak. Angkutan umum memberikan layanan antara titik yang ditentukan sebelumnya berdasarkan jadwal dan tersedia bagi semua pengirim dengan tarif standar. Contoh transportasi: Di Eropa, P&G menggunakan tiga kelompok sistem logistik (angkutan pribadi, kontrak dan umum) untuk menjadwalkan pengiriman barang paling efisien.


f.        Pelajaran Organisasional
            Strategi logistik pasar harus diturunkan dari strategi bisnis, bukan hanya dari pertimbangan harga. Sistem logistik harus memberikan informasi intensif dan membentuk hubungan elektronik diantara semua pihak yang berkepentingan. Terakhir, perusahaan harus menetapkan tujuan logistiknya untuk menyamai atau melebihi standar layanan pesaing dan harus melibatkan anggota semua tim yang relevan dalam proses perencanaan. Melaksanakan logistik dengan benar akan memberikan imbalan besar.
Contoh : Pepsi Bottling Group (pembotol independen dan distributor terbesar Pepsi) memperbaiki rantai pasokan yang bocor di tahun 2002 hingga angka kejadian kehabisan stok berkurang signifikan di 2006



















BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan
a.       Eceran
Eceran (Retailing) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir untuk pengguna pribadi dan non bisnis. Pengecer ( Retailer ) atau Toko Eceran ( Retail Store ) adalah setiap usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari eceran
Tingkat Layanan
1.        Swalayan (Self Service)
2.        Swa pilih (Self Selection)
3.        Layanan Terbatas ( Limited Service)
4.        Layanan Lengkap (Full Service).
Kategori Usaha Eceran Non toko
1.        Penjualan Langsung
2.        Pemasaran Langsung
3.        Mesin Otomatis
4.        Layanan Pembelian
b.      Keputusan Pemasaran
Keputusan Pemasaran berupa Pasar Sasaran, Keragaman produk dan perolehan produk, Pengadaan Barang, Layanan dan Atmosfir Toko, Kegiatan dan Pengalaman Toko, Harga, Keputusan komunikasi, dan Keputusan Tempat.
c.       Perdagangan Besar
Perdagangan besar meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa kepada orang-orang yang membelinya untuk dijual kembali atau untuk penggunaan bisnis.



d.      Jenis-jenis Utama Pedagang besar
Jenis-jenis utama pedagang besar yaitu, Pedagang Besar Niaga, Pialang dan Agen, Cabang dan Kantor Produsen, dan Pedagang Besar lain.
e.       Logistik Pasar
Meliputi perencanaa infrastruktur untuk memenuhi permintaan, lalu mengimplementasikan dan mengendalikan aliran fisik bahan dan barang akhir dari titik asal ke titik penggunaan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan laba.
3.2.  Saran
     Para pengusaha Eceran maupun Pedagang Besar tentunya harus membuat keputusan yang baik dan tepat dalam memajukan usahanya, baik dari segi pemasaran, pemilihan tempat penjualan, memahami keinginan dari konsumen yang berbeda-beda, hingga menentukan Logistik Pasar yang direncanakan sehingga mendatangkan Pelanggan dan mendapat keuntungan laba yang sesuai.
















DAFTAR PUSTAKA


Kotler,Philip.Kevin Lane Keller.2009.Manajemen Pemasaran,Edisi 13 jld 2,
Jakarta.Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH DAJJAL SEBAGAI TANDA HARI KIAMAT

MAKALAH KELUARNYA DAJJAL SEBAGAI TANDA HARI KIAMAT DISUSUN OLEH : NAMA   : DANI DWI SETIAWAN KELAS  : XI-IPS 5 ...