Selasa, 19 Mei 2015

MAKALAH PASAR MODAL



KATA PENGANTAR

Sembah sujud penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena anugerah dan rahmat-Nya jualah sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Dalam penyusunan makalah ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, yang mana telah memakan waktu dan pengorbanan yang tak ternilai dari semua pihak yang memberikan bantuannya, yang secara langsung merupakan suatu dorongan yang positif bagi penulis ketika menghadapi hambatan-hambatan dalam menghimpun bahan materi untuk menyusun makalah ini.
Namun penulis menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian materinya maupun dari segi bahasanya. Karena itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif senantiasa penulis harapkan demi untuk melengkapi dan menyempurnakan makalah ini.



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................
A.        Latar Belakang.......................................................................................................
B.        Rumusan Masalah..................................................................................................
C.        Tujuan ...................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN...................................................................................................
A.    Pengertian Dan Karateristik Pasar Modal...............................................................
B.     Manfaat Pasar Modal..............................................................................................
C.     Sejarah Pasar Modal................................................................................................
D.    Mekanisme Pasar Modal..........................................................................................
E.     Perkembangan Pasar Modal di Indonesia...............................................................
BAB III PENUTUP............................................................................................................
A.    Kesimpulan..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................



MAKALAH
PASAR MODAL DAN PERKEMBANGANNYA
















OLEH :
NAMA KELOMPOK
Ø  M. WIRA SANDI
Ø  MURTINI
Ø  NILHAM WATI
Ø  NURUL IZZATI
Ø  OLI AGLITA
Ø  RESA NOVIANA SARI
Ø  RIZKA RAHMAN

KELAS : XI – IPS 1




SMAN 1 MASBAGIK
TP. 2015



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pembangunan suatu Negara memerlukan dana investasi dalam jumlah yang tidak sedikit. Dalam pelaksanaannya diarahkan untuk berlandaskan kepada kemampuan sendiri ,disamping memanfaatkan dari sumber lainnya sebagai pendukung. Sumber dari luar tidak mungkin selamanya diandalkan untuk pembangunan. Oleh sebab itu ,perlu ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mengarahkan dana investasi yang bersumber dari dalam,yaitu tabungan masyarakat,tabungan pemerintah ,dan penerimaan devisa.
Untuk mengatasi kelangkaan dana itu banyak Negara yang sedang berkembang terlibat dengan pinjaman luar negeri. Meskipun disadari tabungan masyarakat di Negara sedang berkembang masih rendah disbanding dengan Negara-negara maju, tetapi yang lebih penting dalam era pembangunan ini adalah mengusahakan efektifitas pengerahan tabungan masyarakat itu kepada sector-sektor yang produktif.
Pasar modal dipandang sebagai salah satu sarana efektif untuk mempercepat pembangunan suatu Negara. Hal ini dimungkinkan karena pasar modal merupakan wahana yang dapat menggalang penegerahan dana jangka panjang dari masyarakat untuk disalurkan ke sector-sektor produktif. Apabila pengarahan dana masyarakat melalui lembaga-lemabaga keuangan maupun pasar modal sudah dapat berjalan dengan baik,maka dana pembangunan yang bersumber dari luar negeri makin lama makin dikurangi.
B.     Rumusan Masalah
A.    Apa Pengertian Dan Karateristik Pasar Modal ?
B.     Apa Saja Manfaat Pasar Modal ?
C.     Bagaimana Sejarah Pasar Modal ?
D.    Bagaimana Mekanisme Pasar Modal ?
E.     Bagaimana Perkembangan Pasar Modal di Indonesia ?
C.    Tujuan
A.    Untuk Mengetahui Pengertian Dan Karateristik Pasar Modal
B.     Untuk Mengetahui Manfaat Pasar Modal
C.     Untuk Mengetahui Sejarah Pasar Modal
D.    Untuk Mengetahui Mekanisme Pasar Modal
E.     Untuk Mengetahui Perkembangan Pasar Modal di Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN 

A.    Pengertian Dan Karateristik Pasar Modal
Pasar modal pada hakikatnya adalah jaringan tatanan yang memungkinkan pertukaran klaim jangka panjang,penambahan financial assets (dan hutang) pada saat yang sama,memungkinkan investor untuk mengubah dan menyesuaikan portofolio investasi(melalui pasar sekunder). Berlangsungnya fungsi pasar modal (Bruce Lloyd,1976),adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “criteria pasarnya”secara efisien yang akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.
Menurut Marzuki Usman (1989), pasar modal adalah pelengkap di sector keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan. Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antara pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor) dengan peminjam dana dalam hal ini disebut emiten (perusahaan yang go public).
Setelah mengetahui pengertian pasar modal,kiranya perlu dikemukakan beberapa klasifikasi daripada karateristik pasar modal yakni sebagai berikut (Basjiruddin A.Sarida, 1981).
a.          Dari sudut pandang para pemakai dana,terdapat berbagai pihak terlibat di dalam kegiatan pasar modal. Dengan adanya dana yang tersedia bagi pihak-pihak yang membutuhkannya,maka berbagai instrument menjembatani antara mereka yang membutuhkan dana dengan para penanam modal (investor).
b.         Dari sudut pandang jenis instrument yang ditawarkan melalui pasar modal ,yakni apakah instrument merupakan utang jangka panjang menengah /panjang atau instrument modal perusahaan (equity).
c.          Dari sudut jatuh temponya instrument yang diperdagangkan di pasar modal. Sebagaimana diketahui ,tranksaksi surat-surat berharga yang telah jatuh temponya dalam waktu kurang dari satu tahun dilakukan dalam Pasar Uang (Money Market) atau pasar dana-dana jangka pendek (short term market).
d.         Dari sudut pandang tingkat sentralisasi. Sebagaimana telah diketahui,bahwa ruang lingkup suatu pasar modal ternyata mencakup permasalahan yang cukup luas dan tersebar.
e.          Dari sudut pandang transaksinya ,suatu transaksi pasar modal yang dilakukan oleh para pemodal dan pemakai dana terjadi dalam suatu pasar yang sifatnya terbuka (open market) dan tidak langsung.
f.          Di dalam mekanisme pasar modal dikenal adanya penawaran pada pasar perdana (primary market). Hal tersebut menimbulkan perbedaan antara transaksi pada pasar sekunder atau bursa.
B.     Manfaat Pasar Modal
Manfaat pasar modal bisa dirasakan baik oleh invetor ,emiten pemerintah maupun lembaga penunjang (PAU-UGM,26-27 Januari 1990).
Manfaat pasar modal bagi emitan yaitu :
1.              Jumlah dana yang dapat dihimpun bisa berjumlah besar
2.              Dana tersebut dapat diterima sekaligus pada saat pasar perdana selesai
3.              Tidak ada “convenant”sehingga manajemen dapat lebih bebas dalam pengelolaan dana/perusahaan
4.              Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan
5.              Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi kecil
6.              Cash flow hasil penjualan saham biasanya lebih besar dari harga nominal perusahaan
7.              Emisi saham cocok untuk membiayai perusahaan yang berisiko tinggi
8.              Tidak ada bebas financial yang tetap
9.              Jangka waktu penggunaan dana tidak terbatas
10.          Tidak dikaitkan dengan kekayaan penjamin tertentu
11.          Profesionalisme dalam manajemen meningkat
Sedangkan menfaat pasar modal bagi investor adalah sebagai berikut :
1.               Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Peningkatan tersebut tercermin pada meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain.
2.               Memperoleh deviden bagi mereka yang memiliki/memegang saham yang mencapai capital gain.
3.               Mempunyai hak suara dalam RUPS bagi pemegang saham ,mempunyai hak suara dalam RUPO bila diadakan bagi pemegang obligasi.
4.               Dapat dengan mudah mengganti instrument investasi,misal dari saham A ke saham B sehingga dapat meningkatkan keuntungan atau mengurangi resiko.
5.               Dapat sekaligus melakukan investasi dalam beberapa instrument yang mengurangi resiko.
Manfaat pasar modal bagi lembaga penunjang yaitu :
1.               Menuju arah professional didalam memberikan pelayanannya sesuai dengan bidang tugas masing-masing
2.               Sebagai pembentuk harga dalam bursa parallel
3.               Semakin memberi variasi pada jenis lembaga penunjang
4.               Likuiditas efek semakin tinggi
Sedangkan manfaat pasar modal bagi pemerintah yaitu :
1.              Mendorong laju pembangunan
2.              Mendorong investasi
3.              Penciptaan lapangan kerja
4.              Memperkecil Debt Service Ratio (DSR)
5.              Mengurangi beban anggaran bagi BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
C.    Sejarah Pasar Modal
Sebenarnya kegiatan pasar modal sudah sejak lama dikenal di Indonesia,yaitu pada saat zaman penjajahan Belanda. Hal ini terlihat dari didirikannya bursa efek di Batavia yang diselenggarakan oleh Voor de Effectenhandel pada tanggal 14 Desember  1912,meskipun diketahui bahwa tujuan awalnya untuk menghimpun dana guna kepentingan mengembangkan sector perkebunan yang ada di Indonesia.
Perkembangan pasar modal ini cukup pesat,sehingga dibuka juga Bursa Efek Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan Bursa Efek di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925. Terjadinya gejolak politik di Eropa pada awal tahun 1939 ikut mempengaruhi perdagangan efek yang ada di Indonesia.
Untuk mendorong kegiatan pasar modal,awalnya pemerintah memberikan fasilitas perpajakan kepada perusahaan-perusahaan yang go public dan investor serta lembaga-lembaga penunjang yang terkait seperti broker dan dealer,tetapi hal ini tidak berlangsung lama.
D.    Mekanisme Pasar Modal
Kegiatan pasar modal dengan lembaga-lembaga perantara emisi dan bursa serta lembaga-lembaga perantara perdagangan adalah merupakan suatu mekanisme,yang sekaligus digerakkan mengatur permintaan dan penawaran akan dana,dan pengeluaran dana akan tertuju kepada secktor-sektor produksi.
Hubungan antara pemilik dana (investor) dan pengelola dana (perusahaan) dalam pasar modal agak berbeda dengan dalam perbankan. Risiko pemilik dana dalam pasar modal relative lebih besar,di samping itu jangkauannya lebih luas dibanding dengan perbankan. Sehubungan dengan hal itu ,para investor dan juga pemerintah berkepentingan untuk menekan risiko tersebut sekecil mungkin,dengan tidak menghambat mekanisme pasar modal itu sendiri. Cara mengurangi risiko itu antara lain dengan menggunakan bantuan lembaga-lembaga perantara yang telah diberi izin oleh pemerintah untuk beroperasi. Dengan adanya lembaga-lembaga perantara tersebut,maka jarak antara sumber dana (investor) dengan yang butuh dana (perusahaan) menjadi semakin jauh,sehingga perlu adanya aturan main sebagai berikut:
1.      Emiten
Emiten (calon emiten) yaitu badan usaha yang bermaksud mengeluarkan-menawarkan efek kepada masyarakat,pertama-tama harus menghubungi perantara emisi.
2.      Perantara emisi
Yang dimaksud dengan perantara emisi di sini adalah :
a.             Penjamin emisi (underwriter)
b.            Akuntan public dan
c.             Perusahaan penilai (appraisal company)
E.     Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Pasar Modal Indonesia telah ada sejak zaman Hindia Belanda, tepatnya pada tanggal 14 Desember 1912 di Batavia, namun perkembangannya mengalami masa pasang – surut akibat berbagai faktor, mulai dari Perang Dunia I dan II hingga perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada Pemerintah Republik Indonesia (RI). Selanjutnya, pihak Pemerintah RI melakukan pembentukan ulang Pasar Modal Indonesia melalui Undang-Undang Darurat No. 13 tahun 1951 yang kemudian dipertegas oleh Undang-Undang Republik Indonesia No.15 tahun 1952.
Dalam 2 dasawarsa selanjutnya, perkembangan Pasar Modal Indonesia mengalami stagnasi sehubungan dengan dihentikannya kegiatan Pasar Modal sepanjang dekade 1960-an hingga akhir pertengahan 1970-an. Pada tahun 1977, Pemerintah mengaktifkan kembali Pasar Modal Indonesia dengan ditandai go public-nya PT Semen Cibinong. Namun, dunia Pasar Modal Indonesia baru benar-benar mengalami perkembangan pada sekitar akhir dekade 1980-an, yang antara lain ditandai dengan pendirian PT Bursa Efek Surabaya (BES) pada tahun 1989 dan swastanisasi PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada tahun 1992.
Penetapan Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal juga semakin mengukuhkan peran BEJ dan BES sebagai bagian dari Self Regulatory Organization (SRO) Pasar Modal Indonesia. Sejak itu, BEJ tumbuh pesat berkat sejumlah pencapaian di bidang teknologi perdagangan, antara lain dengan komputerisasi perdagangan melalui sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) di tahun 1995, perdagangan tanpa warkat di tahun 2000 dan Remote Trading System pada tahun 2002. Sementara itu, BES mengembangkan pasar obligasi dan derivatif.
Tahun 2007 menjadi titik penting dalam sejarah perkembangan Pasar Modal Indonesia. Dengan persetujuan para pemegang saham kedua bursa, BES digabungkan ke dalam BEJ yang kemudian menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan meningkatkan peran pasar modal dalam perekonomian Indonesia. Pada tahun 2008, Pasar Modal Indonesia terkena imbas krisis keuangan dunia. IHSG, yang sempat menyentuh titik tertinggi 2.830,26 pada tanggal 9 Januari 2008, terperosok jatuh hingga 1.111,39 pada tanggal 28 Oktober 2008 sebelum ditutup pada level 1.355,41 pada akhir tahun 2008. Kemerosotan tersebut dipulihkan kembali dengan pertumbuhan 86,98% pada tahun 2009 dan 46,13% pada tahun 2010.
Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat dilihat sebagai berikut:
[Desember 1912]
  •  Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda
[1914 – 1918]
  • Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I
[1925 – 1942]
  • Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan Bursa Efek di Semarang dan Surabaya
[Awal tahun 1939]
  • Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di Semarang dan Surabaya ditutup
[1942 – 1952]
  • Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang Dunia II
[1956]
  • Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek semakin tidak aktif
[1956 – 1977]
  • Perdagangan di Bursa Efek vakum
[10 Agustus 1977]
  • Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal. Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara
[1977 – 1987]
  • Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal
[1987]
  • Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87) yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di Indonesia
[1988 – 1990]
  • Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat meningkat
[2 Juni 1988]
  • Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE), sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer
[Desember 1988]
  • Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88 (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan pasar modal
[16 Juni 1989]
  • Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek Surabaya
[13 Juli 1992]
  • Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ
[22 Mei 1995]
  • Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems)
[10 November 1995]
  • Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai diberlakukan mulai Januari 1996
[1995]
  • Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya
[2000]
  • Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai diaplikasikan di pasar modal Indonesia
[2002]
  • BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh (remote trading)
[2007]
  • Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI)
[02 Maret 2009]

  • Peluncuran Perdana Sistem Perdagangan Baru PT Bursa Efek Indonesia: JATS-NextG





























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian pembahasan diatas,dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.         Keberadaan pasar modal tetap dibutuhkan oleh suatu Negara.
2.         Pasar modal merupakan sarana yang baik untuk pemenuhan modal jangka panjang perusahaan.
3.         Manfaat pasar modal dirasakan oleh :
·         Investor
·         Lembaga penunjang
·         pemerintah
4.         masing-masing instrument pasar modal merupakan alternative investasi yang bisa dipilih investor  dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
5.         Efisiensi pasar modal menyangkut informasi yang ada di pasar modal dan kepercayaan investor terhadap informasi tersebut dan hal ini menyangkut kepentingan banyak pihak.
6.         Analisis efisiensi pasar modal dapat dilakukan dalam 3 bentuk yaitu :
·        Bentuk lemah (weak-form)
·         Bentuk semu kuat (semistrong-form)
·         Bentuk kuat (strong –form)
7.         Untuk mengefisienkan pasar modal adalah dengan cara mengembalikan kepercayaan investor dan informasi yang ada di pasar modal adalah informasi yang sejujur-jujurnya mengenai “isi perut” emiten,selengkap-lengkapnya,relavan,dan akurat.
8.         Perkembangan pasar modal di Indonesia menunjukkan pasang surut perkembangan ini tergantung pada banyak factor termasuk factor efisien tidaknya pasar modal tersebut.
9.         Indeks harga saham seringkali dipakai sebagai tolak ukur untuk melihat kondisi  perekonomian dan pasar modal.
10.     Untuk mengurangi resiko kerugian investor maka investor dapat menggunakan portofolio investasi.
11.     Untuk memilih investasi yang aman dan menguntungkan,investor dapat melakukan analisis investasi dengan analisis fundamental,teknikal,ekonomi,dan rasio keuangan.

DAFTAR PUSTAKA

http://pasarmdl.blogspot.com/
http://jendelapasarmodal.blogspot.com/2013/03/pengertian-pasar-modal-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PERKEMBANGAN ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL

MAKALAH SEJARAH   INDONESIA WAJIB “ PERKEMBANGAN ORGANISASI PERGERAKAN NASIONAL ” Guru Mata Pelajaran : HANIF ISTIQLAL, S.Pd ...